Pati, Shabda.id- Berawal dari iseng membuka usaha pada 2024, Rafi (21), seorang mahasiswa di Kabupaten Pati, kini mampu membiayai kuliahnya dari hasil berjualan kopi.
Melalui usaha bernama Kopikang, ia memanfaatkan kawasan Embung Kasih Desa Kasiyan, sebagai tempat berjualan sekaligus menghadirkan ruang nongkrong bagi masyarakat.
Rafi mengaku, usaha tersebut awalnya dibuka di Jalan Sudirman, Kota Pati. Namun, karena kurang berkembang, ia memutuskan pindah ke kawasan embung yang dinilai memiliki potensi lebih besar.
"Awalnya buka di Jalan Sudirman, ternyata kurang. Akhirnya coba pindah ke sini. Saya izin dulu sama petugas yang berjaga dan diperbolehkan, yang penting menjaga kebersihan," ujarnya saat ditemui pada Ahad 13 Juli 2026.
Nama Kopikang sendiri memiliki cerita unik. Menurut Rafi, nama itu muncul dari kebiasaan teman-temannya yang memanggil dirinya dengan sebutan "kang".
"Dulu pas awal buka yang ngeramein teman-teman. Mereka manggil saya, 'Kang... kopi kang'," katanya sambil tersenyum.
Ia memilih berjualan di embung karena lokasinya dekat dengan rumah sekaligus memiliki potensi wisata. Meski embung belum resmi dioperasikan, Rafi berharap keberadaan pelaku UMKM dapat membuat kawasan tersebut lebih hidup dan terawat.
Baca Juga:
"Kalau tidak dimanfaatkan takutnya tidak terawat. Dulu tempat ini sepi banget, bahkan ada cerita kalau agak mistis," ungkapnya.
Selain menyuguhkan aneka minuman kopi, Kopikang menawarkan suasana yang asri dengan panorama Pegunungan Kendeng dan pemandangan matahari terbenam yang menjadi daya tarik utama pengunjung.
Rafi membuka usahanya setiap hari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Khusus akhir pekan, ia juga melayani pengunjung mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB untuk menikmati suasana pagi di sekitar embung.
Dalam sehari, Kopikang mampu menjual sekitar 20 hingga 35 gelas minuman dengan omzet rata-rata sekitar Rp100 ribu per hari. Pendapatan tersebut menjadi sumber utama untuk membayar biaya kuliahnya, termasuk Uang Kuliah Tunggal (UKT).
"Usaha kopi ini menjadi usaha utama saya. Untuk bayar kuliah, termasuk UKT, dari hasil jualan kopi ini," tuturnya.
Ke depan, Rafi berharap Pemerintah Kabupaten Pati segera mengoperasikan Embung Kembangarum sebagai destinasi wisata agar semakin banyak masyarakat berkunjung dan memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang.
"Harapan saya embung ini segera dioperasikan dan bisa dimanfaatkan untuk UMKM, sehingga lebih ramai dan bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.