SHABDA
Cari berita…
Pendidikan

Aktif Organisasi Bukan Penghalang, Eks Presiden BEM UMKU Lulus 3,5 Tahun dengan IPK 3,71

TIA
TIA
Aktif Organisasi Bukan Penghalang, Eks Presiden BEM UMKU Lulus 3,5 Tahun dengan IPK 3,71
Eks Presiden BEM UMKU periode 2025-2026, Eka Rizqiana, S.Kes. saat menyampaikan pidatonya dalam momentum Wisuda S1 ke-31 dan Sumpah Profesi UMKU pada Kamis (21/5/2026). (Foto: Istimewa)

Aktif organisasi dan menjadi aktivis kampus bukan penghalang untuk menyelesaikan studi, eks Presiden BEM UMKU bisa lulus kuliah 3,5 tahun dengan IPK 3,71.

Kudus, Shabda.id -- Menjadi seorang aktivis kampus sering kali diidentikkan dengan masa studi yang mulur. Namun, stigma tersebut berhasil dipatahkan oleh Eka Rizqiana, S.Kes., lulusan program studi S1 Administrasi Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU).

Perempuan yang akrab disapa Riris ini sukses meraih gelar Sarjana hanya dalam waktu 3,5 tahun atau 7 semester, dengan raihan IPK fantastis 3,71.

Keberhasilannya ini ia bagikan dalam momentum Wisuda ke-31 dan Sumpah Profesi UMKU yang digelar pada Kamis (21/5/2026).

Riris yang didapuk mewakili rekan-rekannya untuk menyampaikan pesan dan kesan wisudawan, membuktikan bahwa kesibukan organisasi bukan penghalang untuk berprestasi secara akademik.

Rekam jejak Riris di kampus terbilang sangat aktif. Ia pernah dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Administrasi Rumah Sakit UMKU, hingga puncaknya menjabat sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMKU periode 2025–2026.

"Hal tersebut bukan berarti saya ingin membuktikan bahwa saya lebih baik dari siapa pun. Hal tersebut saya lakukan karena saya percaya semua teman-teman di sini pasti berproses dan berprogres demi hal-hal yang ingin diperjuangkan," ungkap Riris di hadapan para wisudawan.

Ia juga menambahkan bahwa setiap wisudawan memiliki cerita perjuangannya masing-masing—baik yang berjuang melawan keterbatasan ekonomi, membagi waktu dengan pekerjaan, hingga mereka yang berkali-kali ingin menyerah namun memilih bertahan.

Dalam pidatonya, Riris menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada jajaran dosen, civitas academica UMKU, serta kedua orang tuanya yang menjadi sumber inspirasi tentang arti kerja keras dan keikhlasan. Bagi Riris, wisuda bukanlah akhir, melainkan gerbang kehidupan yang sesungguhnya.

"Dunia di luar sana tidak membutuhkan orang-orang pintar saja. Dunia luar sana membutuhkan orang-orang yang benar, orang-orang yang tulus ikhlas, dan berani berdampak pada sekitar," tegasnya.

Sementara itu, Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto, S.Kp., M.Kes., dalam sambutannya menegaskan bahwa prosesi wisuda merupakan awal dari perjalanan pengabdian yang nyata kepada masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

"Gelar akademik yang saudara peroleh bukan hanya simbol capaian intelektual, tetapi juga amanah moral untuk menghadirkan manfaat bagi sesama," tutur Rektor.

Dr. Edy juga mengingatkan bahwa sebagai lulusan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, para wisudawan memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi insan pembelajar sepanjang hayat.

Pihak kampus berharap para lulusan baru ini tidak hanya unggul di atas kertas, tetapi juga memiliki keberanian serta daya kritis untuk menyelesaikan persoalan nyata yang ada di tengah masyarakat.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait