Kudus, Shabda.id - Angin segar bagi puluhan ribu buruh rokok di Kabupaten Kudus. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memastikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026 akan segera cair dalam waktu dekat.
Jika tidak ada aral melintang, bantuan tunai ini dijadwalkan mengalir ke kantong para pekerja pada bulan Juni atau Juli 2026.
Pemkab Kudus saat ini tengah melakukan koordinasi intensif agar waktu pencairan bisa serentak dengan program dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Jadi kami menunggu dari provinsi. Nanti penyaluran akan dibarengkan, sekitar Juni atau Juli 2026," ujar Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus, Putut Winarno, saat dikonfirmasi pada Senin 01 Mei 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun, ada sebanyak 48.834 buruh rokok yang tercatat sebagai penerima BLT dari APBD Kabupaten Kudus. Sementara itu, 26.565 buruh rokok lainnya yang berdomisili di luar Kudus akan di-cover oleh anggaran DBHCHT Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini penyaluran BLT terpaksa dirapel atau dilakukan dalam satu tahap. Setiap buruh akan langsung menerima uang tunai sebesar Rp600 ribu. Angka ini merupakan akumulasi jatah dua bulan (Juni dan Juli) dengan nominal Rp300 ribu per bulannya.
Langkah pencairan satu tahap ini diambil bukan tanpa alasan. Putut menjelaskan, Pemkab Kudus harus memutar otak karena alokasi dana cukai (DBHCHT) yang diterima daerah merosot tajam pada tahun 2026.
Baca Juga:
Tahun ini, Kudus hanya kebagian kue anggaran sebesar Rp143,2 miliar. Angka ini terjun bebas alias berkurang lebih dari Rp140 miliar jika dibandingkan tahun lalu yang perkasa di angka Rp283,7 miliar.
Dari sisa anggaran yang ada, Pemkab Kudus mengunci dana sebesar Rp29,3 miliar khusus demi menjaga senyum para buruh rokok melalui BLT ini.
"Pada tahun sebelumnya, buruh rokok di Kudus masih bisa menerima BLT selama empat bulan dengan total Rp1,2 juta per orang," terangnya.
Meski durasi dan nominal bantuan berkurang akibat pengetatan anggaran, Putut berharap bantuan ini tetap menjadi oase bagi dapur keluarga para buruh. Apalagi, momentum pencairan sengaja disamakan dengan tahun ajaran baru sekolah—waktu di mana pengeluaran orang tua biasanya melonjak drastis.
"Karena momentumnya nanti pas tahun baru sekolah, semoga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Bagi yang masih punya anak sekolah, bantuan ini bisa digunakan untuk membeli kebutuhan sekolah anak," ungkapnya.
Sebagai catatan penting bagi para pekerja, BLT yang bersumber dari APBD Kudus ini khusus menyasar buruh rokok yang memegang KTP Kudus.
Namun, bagi para pekerja tangguh yang berasal dari luar daerah, tidak perlu berkecil hati karena hak bantuan mereka akan tetap disalurkan melalui kantong anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.