SHABDA
Cari berita…
Pertanian

Atasi Sawah Asin di Pesisir, BRMP Kemenpan Rekomendasikan Ragam Bahan Pembenah Tanah

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Atasi Sawah Asin di Pesisir, BRMP Kemenpan Rekomendasikan Ragam Bahan Pembenah Tanah
Dr Rina Kartikawati pemateri di sosialisasi (Foto: Shabda.id)

Sosialisasi Online Seri-5 bertajuk "Tantangan dan Peluang Budidaya Padi di Pesisir Pantai Utara Jawa Tengah"

Pati, Shabda.id- Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian menawarkan solusi taktis untuk memulihkan kualitas lahan sawah yang rusak akibat fenomena salinitas.

Melalui penelitian Dr. Rina Kartikawati, BRMP merekomendasikan pemanfaatan berbagai jenis bahan amelioran (pembenah tanah) guna menekan dampak intrusi air laut.

Pemaparan ilmiah tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Online Seri-5 bertajuk "Tantangan dan Peluang Budidaya Padi di Pesisir Pantai Utara Jawa Tengah" yang digelar secara daring pada Selasa 30 Juni 2026.

Rina menjelaskan, lahan sawah yang terdampak salinitas umumnya ditandai dengan adanya akumulasi zat garam di permukaan tanah. Jika dibiarkan, kondisi ini akan menghambat pertumbuhan tanaman secara drastis.

Oleh karena itu, penggunaan bahan amelioran dinilai sangat krusial karena berfungsi memperbaiki sifat fisik, kimia, hingga biologi tanah yang terganggu.

Untuk menetralisir kadar garam di area persawahan pesisir, terdapat beberapa jenis pembenah tanah yang disarankan bagi para petani. Di antaranya gipsum dan fosfogipsum, bahan organik seperti kompos dan pupuk kandang, biochar, asam humat, zeolit, jerami padi, serta azolla.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, pengaplikasian bahan-bahan pembenah tanah ini membawa banyak dampak positif bagi ekosistem sawah yang telanjur asin.

Secara mekanis, amelioran membantu menurunkan kadar natrium (garam) di dalam tanah, mendongkrak kandungan karbon organik, serta mengaktifkan kembali mikroorganisme tanah yang sempat mati akibat paparan air laut. Selain itu, keseimbangan unsur hara tanah juga dapat diperbaiki.

"Penerapan amelioran juga berpotensi menurunkan tingkat salinitas, memperbaiki pertumbuhan akar, dan meningkatkan produktivitas tanaman padi," papar Rina.

Melalui diseminasi teknologi pertanian ini, BRMP Kementerian Pertanian berharap para petani lokal yang beroperasi di kawasan pesisir dapat menekan kerugian akibat salinitas. Dengan demikian, produktivitas lahan pertanian nasional dapat terus terjaga secara berkelanjutan.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait