SHABDA
Cari berita…
Pendidikan

Bantu Anak Belajar Optimal, Rotary Club Kudus Latih Puluhan Guru SD Skrining Mata

TIA
TIA
Bantu Anak Belajar Optimal, Rotary Club Kudus Latih Puluhan Guru SD Skrining Mata
Pelatihan Dasar Skrining Kesehatan Mata bagi Guru SD di Kabupaten Kudus oleh Rotary Club Kudus dan Rotary Club Kudus Srikandi , Kamis (13/8/2026). (Foto: Shabda.id.)

Rotary Club Kudus dan Rotary Club Kudus Srikandi berkolaborasi dengan Rotary Club Semarang Kunthi serta RS Mardi Rahayu menggelar Pelatihan Dasar Skrining Kesehatan Mata bagi Guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kudus, Kamis (13/8/2026).

Kudus, Shabda.id -- Rotary Club Kudus dan Rotary Club Kudus Srikandi berkolaborasi dengan Rotary Club Semarang Kunthi serta RS Mardi Rahayu menggelar Pelatihan Dasar Skrining Kesehatan Mata bagi Guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kudus, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di wilayah binaan Puskesmas Wergu, Kecamatan Kota, Kudus ini diikuti oleh 50 guru SD. Pelatihan ini digagas sebagai langkah preventif untuk mendeteksi secara dini gangguan penglihatan pada anak usia sekolah.

Presiden Rotary Club of Kudus, Paulus Rawuh menyampaikan, guru memiliki peran yang sangat strategis sebagai garda terdepan dalam memantau perkembangan kesehatan anak didik di sekolah.

"Gangguan penglihatan pada anak sering kali tidak terdeteksi karena anak belum bisa menyampaikan keluhannya secara jelas. Hal ini tentu berdampak langsung pada fokus dan prestasi belajar mereka," ujar Paulus Rawuh di sela-sela kegiatan.

Paulus menjelaskan, kehadiran pelatihan ini bertujuan memberi pembekalan dan keterampilan dasar agar para tenaga pendidik mampu mengenali gejala awal gangguan mata pada siswa sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan.

"Melalui pelatihan ini, guru bukan menggantikan peran dokter, melainkan menjadi mitra strategis dalam deteksi dini. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang anak mendapat penanganan yang tepat agar tidak mengganggu proses belajar mereka," tambahnya.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari pemahaman anatomi mata, mengenali gangguan refraksi seperti miopia (rabun jauh), hipermetropia (rabun dekat), dan astigmatisma (silinder), hingga praktik langsung pemeriksaan tajam penglihatan menggunakan kartu Snellen.

Program pelayanan kesehatan masyarakat ini sejalan dengan tujuh fokus utama Rotary International, khususnya pada bidang pencegahan penyakit serta kesehatan ibu dan anak.

Kolaborasi bersama RS Mardi Rahayu Kudus diharapkan dapat memperkuat sinergi antara organisasi kemanusiaan, fasilitas kesehatan, dan institusi pendidikan demi mencetak generasi muda yang sehat dan optimal dalam belajar.

"Setiap anak berhak melihat dunia dengan jelas dan memiliki kesempatan belajar yang sama. Melalui pelayanan bersama, kita dapat membantu membuka kesempatan tersebut," tegas Paulus.

Sebagai informasi, Rotary International merupakan organisasi pelayanan kemanusiaan global yang terdiri dari para pemimpin masyarakat, profesional, dan relawan yang bekerja bersama untuk memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan sosial dan kesehatan di masyarakat.

Dengan semangat "Service Above Self", Rotary menjalankan berbagai program pelayanan yang berfokus pada peningkatan kualitas kehidupan manusia.

Ada 7 bidang fokus pelayanan utama dari Rotary, yaitu Perdamaian dan pencegahan konflik, Pencegahan dan pengobatan penyakit, Air bersih, sanitasi, dan kebersihan.

Kemudian ada Kesehatan ibu dan anak, Pendidikan dasar dan literasi, Pengembangan ekonomi masyarakat, serta Perlindungan lingkungan.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait