Kudus, Shabda.id- Warga Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus dikejutkan dengan suara pletak-pletak diikuti asap hitam membubung tinggi pada Rabu 17 Juni 2026.
Ternyata lahan kosong yang menjadi tempat penimbunan affal (limbah) plastik milik warga setempat, diamuk si jago merah.
Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, kebakaran hebat ini melanda area lahan seluas kurang lebih 450 meter persegi yang berlokasi di wilayah RT 004 / RW 002, Desa Singocandi.
Peristiwa menegangkan ini terjadi sekitar pukul 14.15 WIB. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, Nur Aini (39), yang saat itu sedang sibuk berjualan es jus di depan rumahnya, tiba-tiba mendengar suara retakan aneh.
"Awalnya terdengar suara pletek-pletek dari arah belakang rumah. Karena curiga, saksi kemudian mengecek ke samping rumah. Benar saja, api sudah berkobar besar membakar tumpukan limbah plastik," ujar AKP Subhkan menceritakan kronologi kejadian.
Melihat api yang cepat membesar, Nur Aini langsung panik dan membangunkan Imam Khanafi (43) yang tengah tertidur di dalam rumah. Keduanya bergerak cepat menghubungi Bhabinkamtibmas, yang langsung diteruskan ke KSPKT serta Kapolsek Kudus Kota.
Baca Juga:
Mendapat laporan darurat, Polsek Kudus segera berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran dari BPBD dan Satpol PP Kabupaten Kudus.
"Petugas pemadam kebakaran bersama warga bahu-membahu menjinakkan api yang terus berkobar akibat material plastik yang mudah terbakar," ujarnya.
Setelah berjuang keras selama hampir dua jam, amukan si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan total sekitar pukul 16.00 WIB.
Mengenai penyebab kebakaran, AKP Subkhan menjelaskan bahwa dugaan awal berasal dari titik api di tumpukan affal plastik yang terpicu cuaca panas.
"Diduga dari tumpukan limbah plastik yang terbakar, kemudian tertiup angin kencang sehingga api merembet cepat ke semak-semak dan ranting kering di sekitar lahan," jelasnya.
Beruntung, respons cepat dari warga dan petugas membuat kebakaran ini tidak sampai meluas ke pemukiman. Namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp10 juta.