SHABDA
Cari berita…
Olahraga

Berulang kali Ganti Jadwal, Casytha Manahadap Road Race di Kudus Akhirnya Batal

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Berulang kali Ganti Jadwal, Casytha Manahadap Road Race di Kudus Akhirnya Batal
Casytha Manadap Road Race Seri 2026 Putaran kedua batal digelar di Alun-alun Kudus (Foto: Ilustrasi AI)

Pembatalan tersebut bukan disebabkan persoalan antara panitia dengan pemerintah daerah maupun pihak lainnya, namun murni karena proses assessment dan perizinan dari pihak kepolisian

Kudus, Shabda.id- Rencana penyelenggaraan kejuaraan Casytha Manahadap Road Race Seri 2026 Putaran 2 di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus akhirnya batal digelar tahun ini.

Keterbatasan waktu untuk menyelesaikan proses assessment dan perizinan menjadi alasan utama pembatalan event tersebut.

Ketua Pengkab Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kudus, Christian Rahadiyanto, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pihaknya melakukan penghitungan ulang terhadap waktu yang tersedia untuk memenuhi seluruh persyaratan penyelenggaraan.

Christian yang juga Kepala Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, menyebut salah satu lokasi yang dipertimbangkan untuk pelaksanaan road race adalah kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Namun, penggunaan jalan umum untuk kegiatan balap membutuhkan proses assessment dan perizinan yang cukup panjang. Termasuk assessment dari kepolisian hingga tingkat Polda.

“Yang jelas terkait durasi waktu untuk sampai assessment, saya tidak ada waktunya. Assessment sekarang berdasarkan aturan yang ada harus dilakukan, bahkan sampai ke Polda. Durasi waktunya tidak cukup,” ujar Christian saat dihubungi media pada Jum'at 02 Oktober 2026 malam.

Menurutnya, rencana penyelenggaraan road race sebelumnya telah beberapa kali mengalami perubahan jadwal. Event semula direncanakan berlangsung pada September, kemudian bergeser hingga awal Oktober.

Jadwal 3-4 Oktober juga tidak dapat digunakan karena kawasan Alun-alun Simpang Tujuh telah terisi agenda kegiatan UMKM yang melibatkan sekitar 150 pelaku usaha.

“Kami sebenarnya mau kolaborasikan, tetapi setelah dihitung, waktunya tidak memungkinkan. Akhirnya kami mundur ke tanggal 10,” katanya.

Bahkan, proposal penyelenggaraan pada 10 Oktober 2026 telah disampaikan kepada sejumlah instansi terkait. Namun setelah kembali menghitung waktu yang diperlukan untuk proses assessment dan perizinan, pihaknya menilai waktunya tetap tidak mencukupi.

Christian menegaskan pembatalan tersebut bukan disebabkan persoalan antara panitia dengan pemerintah daerah maupun pihak lainnya.

“Bukan masalah yang lain. Yang sangat mendasar adalah terkait durasi waktu untuk assessment. Waktunya tidak mencukupi,” tegasnya.

Meski event tahun ini batal, Christian memastikan rencana menggelar kejuaraan balap motor tidak berhenti. Pihaknya berencana kembali menyusun agenda road race sekaligus drag race pada tahun depan dengan persiapan yang dilakukan jauh lebih awal.

“Harapannya tahun depan bisa dilaksanakan. Road race plus drag race nanti kita jadwalkan lagi. Perencanaannya dari awal dan jauh hari sebelumnya,” katanya.

Menurut Christian, persiapan sejak jauh hari diperlukan agar seluruh pihak memiliki waktu yang cukup untuk memenuhi persyaratan administrasi, assessment, pengamanan, hingga perizinan.

Ia mengatakan pihaknya juga telah berkomunikasi dengan event organizer (EO) terkait pembatalan tersebut. Pihak EO disebut memahami kondisi yang terjadi dan terbuka untuk kembali bekerja sama pada event tahun depan.

“Alhamdulillah EO juga sangat memahami. Perjalanannya memang harus step by step, supaya semua pihak bisa mengerti,” pungkasnya.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait