SHABDA
Cari berita…
Olahraga

Bidik Kejuaraan Dunia, Safira Dwi Meilani Uji Tanding Lawan Pesilat PSHT Pati di Kudus

TIA
TIA
Bidik Kejuaraan Dunia, Safira Dwi Meilani Uji Tanding Lawan Pesilat PSHT Pati di Kudus
Pengumuman uji tanding pencak silat antara Safira Dwi Meilani dengan Septiyiana Cahaya Ningrum yang diinisiasi oleh Akademi Silat Kudus (ASK) di Gedung Tenis Indoor Kabupaten Kudus, Minggu (28/6/2026). (Foto: Istimewa)

Atlet pencak silat nasional peraih medali emas SEA Games, Safira Dwi Meilani, kini tengah membidik target besar untuk menembus Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Uzbekistan, ia pun uji tanding melawan pesilat PSHT Pati sebagai persiapan.

Kudus, Shabda.id -- Atlet pencak silat nasional peraih medali emas SEA Games, Safira Dwi Meilani, kini tengah membidik target besar untuk menembus Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Uzbekistan pada Desember 2026 mendatang.

Di tengah fokusnya menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Jawa Tengah, Safira mengasah mental dengan melakoni laga sparring di Kudus.

Safira turun langsung dalam Uji Tanding Pencak Silat yang diinisiasi oleh Akademi Silat Kudus (ASK) di Gedung Tenis Indoor Kabupaten Kudus, Minggu (28/6/2026).

Mewakili perguruan Bangau Ruyung, ia terlibat pertandingan melawan pesilat andalan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Pati, Septiyiana Cahaya Ningrum.

Laga itu pun seketika menjadi magnet utama yang menyita perhatian ratusan peserta dan penonton yang hadir.

Bagi Safira, friendly match semacam ini merupakan bagian krusial dari tahapan try out mandiri untuk menjaga atmosfer bertandingnya jelang Seleksi Nasional (Seleknas).

"Fokus saya sekarang menghadapi seleknas terlebih dahulu. Semoga bisa kembali dipercaya mewakili Indonesia di kejuaraan dunia," ujar Safira optimis saat ditemui di sela kegiatan.

Menurut peraih emas SEA Games Thailand 2022 dan Kamboja 2025 ini, uji tanding dengan lawan yang bervariasi sangat penting untuk menguji kesiapan teknik sekaligus adaptasi terhadap regulasi pertandingan resmi.

"Ajang seperti ini sangat bagus untuk melatih mental. Kemarin saya juga sempat sparring dengan atlet Bangau Ruyung, sekarang ada kesempatan sparring dengan teman-teman dari PSHT Pati. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga sebelum event sesungguhnya," tambahnya.

Kehadiran Safira di Kudus tidak hanya menguntungkan dirinya, tetapi juga menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi sekitar 120 pesilat dari ASK Kudus dan PSHT Pati yang sedang dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah.

Panitia penyelenggara, Mas'ud mengungkapkan, kehadiran atlet kelas dunia seperti Safira memberi kesempatan langka bagi para pesilat muda untuk melihat langsung standar kualitas petarung tingkat internasional.

"Tujuan kegiatan ini memang untuk memberikan jam terbang kepada atlet dan melatih mental mereka. Harapannya, dengan melihat langsung performa Mbak Safira, atlet-atlet kami semakin termotivasi dan siap menghadapi Porprov mendatang," terang Mas'ud.

Apresiasi serupa juga dilontarkan Safira untuk ASK Kudus. Ia memuji pola pembinaan yang diterapkan Mas'ud yang dinilainya sukses membentuk karakter tangguh para atlet lokal.

"Kalau dipegang Pak Mas'ud memang berbeda. Beliau lebih menekankan pembentukan mental. Sekitar 70 persen itu mental, sisanya akan mengikuti. Itu yang membuat atlet lebih siap saat bertanding," puji Safira.

Sebagai atlet yang sudah merasakan atmosfer podium internasional, Safira membagikan resep suksesnya kepada para pesilat muda di Jawa Tengah ini. Ia menekankan bahwa teknik yang hebat tidak akan matang tanpa adanya kedisiplinan.

"Kunci utama itu disiplin dan konsisten latihan. Konsisten jauh lebih sulit daripada sekadar menguasai teknik. Selain itu, jaga fisik dengan pola makan yang baik, istirahat cukup, dan latihan mandiri di luar jadwal bersama pelatih," pesannya.

Menutup perbincangan, Safira juga menitipkan pesan penting bagi pemerintah daerah agar terus berkomitmen mendukung ekosistem pencak silat.

Menurutnya, talenta berbakat di daerah hanya akan mekar jika didukung oleh program jangka panjang dan fasilitas yang mumpuni.

"Prestasi harus didukung fasilitas yang memadai. Pembinaan juga sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya menjelang kejuaraan. Dengan begitu, atlet bisa berkembang lebih maksimal dan mampu mengharumkan nama daerah maupun Indonesia," pungkasnya.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait