Kudus, Shabda.id- Pendekatan kreatif dan humanis dilakukan Polsek Kudus untuk merangkul generasi muda sekaligus mencegah berbagai potensi kenakalan remaja.
Bukan dengan cara menggurui, para pelajar justru diajak menyalurkan energi dan kreativitas melalui kompetisi olahraga elektronik.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Kapolsek Kudus Cup Free Fire Tournament Kudus Youth Movement E-Sport 2026 yang digelar di Aula Polsek Kudus, Jum'at 07 Agustus 2026 siang.
Turnamen yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB itu diikuti 33 peserta dari kalangan pelajar SMP hingga SMA se-Kecamatan Kota Kudus. Suasana kompetisi berlangsung meriah, dengan para peserta saling adu strategi dan kemampuan dalam permainan Free Fire.
Kapolsek Kudus AKP Subkhan, selaku penanggung jawab kegiatan turut membuka langsung turnamen tersebut. Ia didampingi Wakapolsek Kudus IPTU Ngatno, serta jajaran pejabat utama Polsek Kudus.
AKP Subkhan menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang bermain gim. Lebih dari itu, turnamen menjadi sarana untuk membangun karakter sekaligus memberikan edukasi kepada pelajar agar mampu menggunakan teknologi secara bijak.
“Kegiatan ini bukan sekadar permainan, melainkan wadah positif bagi generasi muda Kudus untuk menyalurkan bakat, mengasah minat, serta menunjukkan kreativitas di bidang teknologi dan olahraga elektronik,” ujar AKP Subkhan.
Menurutnya, permainan Free Fire juga mengajarkan pentingnya strategi dan pertimbangan sebelum mengambil keputusan. Nilai tersebut, kata dia, dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar para pelajar tidak mudah terjerumus dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Dalam Free Fire, merencanakan strategi atau berpikir sebelum bertindak adalah kunci. Terapkan nilai itu dalam kehidupan sehari-hari, selalu lakukan pertimbangan matang sebelum berbuat agar tidak ada tindakan kriminal yang merugikan,” pesannya.
Baca Juga:
AKP Subkhan juga menitipkan tiga pesan penting kepada para peserta. Pertama, menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran. Menang dan kalah merupakan bagian dari kompetisi, namun sikap jujur dan kemampuan menyusun strategi tetap menjadi hal utama.
Kedua, menyalurkan energi ke kegiatan positif. Para pelajar diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi, sekaligus menjauhi kenakalan remaja, tawuran, penggunaan knalpot brong, narkoba, hingga judi online.
Ketiga, menjaga keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas) dan persaudaraan. Persaingan cukup berlangsung di dalam arena permainan, sementara di luar arena para peserta tetap harus menjaga persahabatan dan kedamaian.
Persaingan dalam turnamen berlangsung sengit namun tetap mengedepankan fair play. Hingga kompetisi berakhir pada sore hari, tiga tim berhasil keluar sebagai pemenang dalam kategori Mode Solo.
Juara 1 diraih Team PNJ dari SMP 4 Kudus dengan hadiah uang pembinaan Rp500 ribu dan piagam penghargaan Kapolsek Kudus.
Juara 2 ditempati Team PHYRO dari SMAN 1 Kudus dengan hadiah Rp300 ribu dan piagam penghargaan.
Sementara Juara 3 diraih Team RRQ Evos Sahabatan dari SMP 1 Kudus dengan hadiah Rp200 ribu dan piagam penghargaan.
Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan dunia anak muda tersebut, Polsek Kudus menunjukkan bahwa menjaga generasi muda tidak selalu harus dilakukan dengan pendekatan penindakan.
Ruang kreativitas, olahraga, dan komunikasi yang positif juga menjadi cara penting untuk membangun kedekatan antara polisi dan pelajar.
Diharapkan, kegiatan serupa dapat menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi sekaligus semakin bijak dalam menggunakan teknologi dan media digital.