SHABDA
Cari berita…
Olahraga

Buntut Laga Lawan PSIS Batal, Aliansi Suporter Soroti Buruknya Manajemen Persiku Kudus

TIA
TIA
Buntut Laga Lawan PSIS Batal, Aliansi Suporter Soroti Buruknya Manajemen Persiku Kudus
Ketua Harian SMM, Iqbal Tawwakal. (Foto: Istimewa.)

Penundaan laga gameweek 3 Championship 2026/2027 antara Persiku Kudus melawan PSIS Semarang di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Minggu (27/9/2026), menuai sorotan tajam.

Bantul, Shabda.id -- Penundaan laga gameweek 3 Championship 2026/2027 antara Persiku Kudus melawan PSIS Semarang di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Minggu (27/9/2026), menuai sorotan tajam.

Aliansi Suporter Kudus menilai batalnya pertandingan tersebut tak sekadar masalah administrasi, melainkan cermin buruknya komunikasi dan koordinasi di internal manajemen Macan Muria.

Ketua Harian Suporter Macan Muria (SMM), Iqbal Tawwakal, mengungkapkan kekecewaannya lantaran pengajuan izin pertandingan ke Polres Bantul serta surat rekomendasi penggunaan Stadion Sultan Agung ternyata belum diajukan oleh manajemen hingga mendekati hari pertandingan.

Tak hanya itu, kendala pembayaran administrasi juga ditengarai menjadi pemicu tersendatnya proses perizinan.

"Di sana pihak kepolisian menjelaskan perizinan belum masuk, dan surat rekomendasi izin tempat SSA juga belum diajukan. Tentu ini menjadi pertanyaan besar bagi kami," tegas Iqbal saat dimintai keterangan pada Senin (28/9/2026).

Selain persoalan perizinan, Iqbal menyoroti kendala komunikasi internal di tubuh manajemen yang dinilai sangat tertutup, baik antarunsur direksi maupun hubungan manajemen dengan kelompok suporter dan publik.

Kejelasan posisi manajerial serta pembagian peran pengelolaan klub, seperti kerja sama dengan PT Relasi Sport Muria Indonesia (PT Resmi) yang menuangi Persiku, juga dinilai belum transparan.

Terkait kondisi tersebut, Aliansi Supporter Kudus menyatakan tetap konsisten mengawal enam tuntutan yang sebelumnya telah dilayangkan kepada pihak manajemen.

Suporter mendesak transparansi struktur kepemilikan saham serta keterbukaan atas kendala finansial yang dihadapi tim.

"Kalau manajemen terbuka, suporter siap mencari solusi bersama, bahkan siap penggalangan dana atau membeli saham jika kejelasannya transparan. Intinya, kami minta perbaikan komunikasi yang baik di internal manajemen, suporter, maupun calon sponsor," pungkas Iqbal.

Adapun 6 tuntutan yang dilayangkan Aliansi Suporter Kudus kepada PT Resmi sebelumnya terdiri atas:

1. Penyelenggaraan Audiensi Terbuka dengan Manajemen/Direksi PT Resmi

2. Perlindungan dan Pemertahanan Identitas Klub Persiku Kudus

3. Komunikasi Publik yang Transparan dan Pengangkatan Humas Profesional

4. Akses Suporter pada Pertandingan Kandang di Luar Kudus

5. Penempatan Sumber Daya Manusia Manajemen Berbasis Kompetensi (Meritokrasi)

6. Pelibatan Seluruh Elemen Suporter dalam Pengambilan Keputusan Terkait Suporter

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait