Kudus, Shabda.id- Renovasi Masjid An-Noor di Dukuh Jatisari, RT 01 RW 02, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus berubah menjadi duka pada Sabtu 13 Juni 2026 siang.
Seorang buruh bangunan dilaporkan meninggal dunia tertimpa reruntuhan tembok yang sedang dibongkar.
Korban diketahui bernama Supono (53), warga Desa Peganjaran RT 05 RW 02, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Kapolsek Bae, Iptu Madiyono, membenarkan insiden memilukan tersebut. Menurut laporannya, peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 11.45 WIB saat korban bersama sejumlah rekan kerjanya sedang beraktivitas di area masjid.
Peristiwa bermula sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, korban bersama dua rekan kerjanya, Heri Sucipto (41) dan Zaenal (48), tengah melakukan pembongkaran salah satu bagian tembok bangunan Masjid An-Noor. Mereka membongkar dinding tersebut dengan menggunakan alat bor penghancur (drill).
Namun tak disangka, saat proses pembongkaran sedang berlangsung, struktur tembok tiba-tiba ambrol secara mendadak ke arah para pekerja.
Baca Juga:
"Saat tembok runtuh, korban dalam posisi berjongkok dan tidak siap, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri atau menghindar," ungkap Iptu Madiyono.
Dua rekan korban yang berada di lokasi sempat berusaha menghindar, namun korban Supono langsung tertimpa material bangunan yang cukup berat. Akibat hantaman keras tersebut, korban menghembuskan napas terakhirnya di tempat kejadian.
Petugas kepolisian yang menerima laporan segera menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama tim medis dari Puskesmas Bae untuk melakukan evakuasi dan identifikasi.
Berdasarkan pemeriksaan medis yang dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Bae, dr. Agung Dwi Atmo, korban dinyatakan meninggal dunia akibat mengalami cedera yang sangat fatal.
"Korban meninggal dunia di lokasi akibat luka fatal berupa pecah pada bagian tempurung kepala akibat hantaman material tembok," jelas dr. Agung.
Saat ini, pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari para saksi guna memastikan penyebab pasti dari kecelakaan kerja tersebut.
Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Peganjaran untuk proses pemakaman.