Kudus, Shabda.id -- Dalam rangka menyambut momentum ajang Piala Dunia FIFA 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bersama Televisi Republik Indonesia (TVRI) menggelar kegiatan Nonton Bareng Piala Dunia 2026 bertajuk "Bola Gembira".
Kegiatan yang berpusat di Alun-alun Simpang 7 Kudus ini akan menayangkan gelaran Piala Dunia yang berlangsung pada Jumat-Minggu, 12-14 Juni 2026.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kudus, Satria Agus Himawan mengungkapkan, program nonton bareng tersebut dirancang sebagai kegiatan berbasis ruang publik yang mengintegrasikan nonton bersama serta pelibatan UMKM.
"Kami memandang bahwa momentum ini memiliki potensi strategis untuk menghadirkan ruang kebersamaan masyarakat yang positif, mendorong aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Kudus," terangnya, Kamis (11/6/2026).
Ia melanjutkan, kegiatan ini juga akan dilengkapi dengan berbagai hiburan menarik serta aktivitas digital yang terintegrasi.
Salah stau hiburan yang disuguhkan adalah penampilan band untuk meramaikan kegiatan.
Selain itu, Pemkab juga menyediakan 20 tenda UMKM dengan berbagai produk yang bisa dinikmati masyarakat sembari menonton bola.
Baca Juga:
"Adapun 20 stan UMKM tersebut terbagi di sisi barat tangga masuk Alun-alun sebanyak 10 stan dan di sisi timur Alun-alun ada 10 stan. Kami pastikan lokasi stan UMKM tidak mengganggu lalu lintas," terang Satria.
Di sisi lain, program Nonton Bareng Piala Dunia 2026 ini akan bersamaan dengan kegiatan Car Free Night (CFN) Kudus yang sempat vakum sejak Februari 2026 lalu. Gelaran CFN kali ini akan dipusatkan di sepanjang Jalan dr. Ramelan pada Sabtu (13/6/2026) malam.
Lebih dari 100 PKL dipastikan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Para pedagang dijadwalkan mulai membuka lapak sejak pukul 18.00 WIB.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat akan disuguhi berbagai produk UMKM lokal, mulai dari kuliner, aksesoris, produk fesyen, hingga kerajinan tangan.
Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati panggung hiburan musik dan berbagai promo diskon belanja yang disiapkan oleh para pelaku usaha.
Dihidupkannya kembali CFN merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaga ritme perputaran ekonomi masyarakat.
Melalui ruang ini, pelaku UMKM dan PKL mendapatkan panggung yang luas untuk memasarkan produk sekaligus meningkatkan pendapatan mereka.