SHABDA
Cari berita…
Kriminal

CCTV Pasar Baru Rusak Tak Wajar, dari Kabel Putus Rapi hingga Berubah Arah

Arif Saifudin
Arif Saifudin
CCTV Pasar Baru Rusak Tak Wajar, dari Kabel Putus Rapi hingga Berubah Arah
Tekhnisi memperbaiki cctv di Pasar Baru Kudus (Foto: Foto:Ilustrasi)

Kudus, Shabda.id - Sistem keamanan di kawasan Pasar Baru dan Pasar Rakyat Kudus tengah menjadi sorotan. Bukan karena faktor teknis biasa, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus menemukan indikasi kuat adanya sabotase terhadap jaringan CCTV setelah sejumlah pedagang melaporkan kehilangan barang dagangan.

​Dugaan sabotase ini mencuat saat teknisi melakukan pemeriksaan rutin. Alih-alih menemukan kabel yang rusak karena faktor usia atau gigitan hewan, petugas justru menemukan kejanggalan pada instalasi kabel yang terpasang.

​Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Agus Sumarsomo, mengungkapkan bahwa kerusakan ini terdeteksi menyusul laporan kehilangan perlengkapan dagang milik warga pasar.

​“Informasi dari teknisi, kabelnya putus dengan kondisi rapi seperti digunting, bukan rusak karena dimakan tikus,” ujar Agus, Rabu 13 Mei 2026.


​Selain kabel yang sengaja diputus, sedikitnya ada enam titik kamera yang posisinya sengaja diubah atau digeser. Hal ini membuat titik buta (blind spot) bertambah, sehingga pengawasan terhadap aktivitas pasar tidak berjalan maksimal.

​Gangguan sistem pengawasan ini berdampak langsung pada keamanan pedagang. Dalam sepekan terakhir, dilaporkan adanya aksi pencurian yakni seorang pedagang di Pasar Rakyat kehilangan timbangan.

  • Kejadian serupa terulang di Pasar Baru, di mana pedagang kehilangan bandul timbangan. ​Meski terlihat sepele, hilangnya alat timbang sangat mengganggu aktivitas jual-beli harian para pedagang kecil.

​Menanggapi situasi ini, Dinas Perdagangan bergerak cepat dengan memanggil tim ahli untuk memulihkan seluruh sistem. Dari total 31 titik CCTV yang ada, perbaikan difokuskan pada jalur instalasi yang diduga sengaja dirusak.

​“Perbaikan sedang dilakukan supaya pengawasan di pasar bisa kembali optimal,” tegas Agus.

​Saat ini, pengamanan pasar sebenarnya didukung oleh 12 petugas (retribusi, admin, dan kebersihan) serta petugas swadaya dari pedagang. Terdapat pula dua petugas keamanan khusus yang berjaga di blok padat seperti blok beras dan blok ayam.

​Namun, mengingat adanya indikasi kesengajaan dalam merusak fasilitas umum ini, Agus mengimbau para pedagang untuk tidak lengah.

​“Pedagang kami harapkan tetap memiliki pengamanan mandiri di kios atau lapaknya masing-masing. Jangan hanya mengandalkan pengamanan dari pihak pasar,” tandasnya.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait