SHABDA
Cari berita…
Olahraga

Cerita Perjuangan di Audisi PB Djarum: Pantang Menyerah Usai Berulang Kali Coba

TIA
TIA
Cerita Perjuangan di Audisi PB Djarum: Pantang Menyerah Usai Berulang Kali Coba
Farnas Rozan Iraqee atlet putra KU-12 asal Sampang, Madura, Jawa Timur, juga menunjukkan motivasi tinggi untuk bergabung dengan PB Djarum. Tercatat sudah empat kali Farnas mengikuti Audisi Umum Bulutangkis PB Djarum sejak 2023. (Foto: Istimewa)

Persaingan memperebutkan Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 kian memanas di GOR Djarum, Jati, Kudus.

Kudus, Shabda.id -- Persaingan memperebutkan Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 kian memanas di GOR Djarum, Jati, Kudus.

Sebanyak 576 pebulu tangkis muda yang lolos dari fase screening resmi bertanding pada Tahap Turnamen sejak Jumat (11/9/2026).

Peningkatan kualitas para peserta, khususnya di sektor putra, mendapat apresiasi langsung dari Tim Pencari Bakat PB Djarum, Aryono Miranat.

Legenda bulu tangkis yang akrab disapa Coach Naga Air ini menegaskan bahwa skill di lapangan bukan satu-satunya tolok ukur untuk lolos.

"Dari segi kualitas ada beberapa yang bagus, tidak hanya dari Jawa tapi juga dari luar daerah seperti Kalimantan," katanya.

"Namun selain cara merespon permainan, attitude atau sikap di lapangan juga sangat penting, misalnya bagaimana mereka menyikapi hasil pertandingan," jelas Aryono.

Perjuangan gigih ditunjukkan oleh para atlet muda KU-12. Keanu Al Fathir Rahadi asal Balikpapan sukses mengamankan kemenangan straight game 21-10, 21-13 atas Nidan Mauludi Fathan.

Demi audisi ini, Keanu menjalani latihan ketat hingga 11 kali dalam seminggu serta melatih kemandirian sejak dini.

Cerita pantang menyerah juga datang dari Farnas Rozan Iraqee asal Sampang, Madura. Memasuki keikutsertaannya yang keempat kali sejak 2023, Farnas tampil dominan menang 21-9, 21-6 atas wakil Jepara.

"Aku mau masuk PB Djarum supaya bisa berprestasi dan membanggakan orang tua," kata Farnas.

Sebagai persiapan audisi, Farnas fokus latihan selama seminggu. Setelah latihan, ia merasa tambah semangat.

Farnas cerita, orang tuanya selalu bilang kalau dia harus semangat dan memaksimalkan kesempatan audisi terakhir ini untuk masuk karantina PB Djarum.

"Meski persaingannya ketat, tahun ini harus berani, harus bisa menang," tekad Farnas pada dirinya.

Sementara itu, Kiandra Agustian Kardiana asal Kuningan yang harus terhenti di babak awal berjanji akan kembali mencoba tahun depan.

Baru kali ini aku ikut audisi, Kiandra mengaku Audisi Umum PB Djarum sangat seru karena lawannya kuat-kuat. Menurutnya, kalah menang bukan suatu masalah, paling penting dia sudah maksimal saat di lapangan.

"Buat aku, PB Djarum itu spesial karena banyak pemain dunia di sini. Itu yang memotivasiku untuk latihan keras selama 6 hari seminggu untuk persiapan audisi. Tahun depan kalau kategori umurnya masih masuk, aku mau mencoba lagi ikut Audisi Umum PB Djarum," ujar Kiandra.

Koordinator Atlet Putra Tim Pencari Bakat, Leonard Holvy de Pauw, mengingatkan para peserta agar tidak cepat puas karena perjalanan menuju PB Djarum masih panjang.

Tahap Turnamen berlangsung hingga Sabtu (12/9/2026) untuk menentukan peraih Super Tiket.

Peserta putra wajib menembus semifinal, sedangkan peserta putri harus mencapai babak final.

Pihak PB Djarum juga menyediakan Super Tiket Pilihan bagi peserta berpotensi tinggi walau terhenti di tengah jalan.

Seluruh peraih Super Tiket nantinya wajib menjalani masa karantina selama empat minggu di asrama PB Djarum untuk dinilai dari segi kedisiplinan, karakter, dan ketahanan fisik sebelum resmi direkrut sebagai atlet binaan.

Holvy menjelaskan, penilaian sebenarnya ada pada saat karantina. Di sana Tim Pencari Bakat akan melihat kebiasaan para peserta audisi yang sebenarnya.

Bagaimana mereka hidup di asrama, disiplin, makan dan mengatur waktu istirahat. Bagi yang biasa latihan sehari sekali, nanti harus latihan sehari dua kali. Anak yang terbiasa dimanja nanti akan terlihat di karantina.

"Jadi kami bisa menilai mana yang siap dibina untuk jangka panjang. Karena tugas kami bukan hanya meningkatkan kemampuan bermain, tetapi juga membentuk karakter dan integritas," terang Holvy.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait