Pati, Shabda.id- Pemerintah Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik warga yang terdampak banjir rob. Langkah tersebut dilakukan seiring genangan air pasang yang terus meluas dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, mengatakan dapur umum dipusatkan di RT 5 dengan memanfaatkan tenda bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah.
"Sekarang warga bersama Pemdes membuat dapur umum di RT 5 menggunakan tenda bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah. Peralatan dapur besok pagi kami ambil di BPBD Pati," ujarnya, Kamis 16 Juni 2026.
Selain menyiapkan dapur umum, pemerintah desa juga menyiagakan dua unit perahu mitigasi untuk membantu evakuasi warga maupun distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau.
"Perahu mitigasi sudah kami siapkan dua unit sejak kemarin kalau ada warga yang minta dievakuasi," katanya.
Banjir rob yang dipicu gelombang pasang laut tersebut kini merendam seluruh wilayah Desa Tunggulsari yang terdiri dari lima RT. Sedikitnya 80 rumah milik 112 kepala keluarga terdampak dengan ketinggian genangan bervariasi antara 10 hingga 70 sentimeter.
Baca Juga:
Selain permukiman, genangan juga menutup akses jalan desa sepanjang sekitar 800 meter dan merendam tambak seluas 85 hektare sehingga aktivitas masyarakat terganggu.
Setyo menjelaskan, kondisi rob diperparah oleh fenomena pasang air laut dan angin kencang yang melanda pesisir utara Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir.
"Kejadian ini karena kondisi alam. Gelombang pasang laut tinggi disertai angin kencang sejak kemarin," jelasnya.
Di sisi lain, upaya penanganan rob melalui pembangunan tanggul masih terus berjalan. Menurut Setyo, tanggul bantuan Pemerintah Kabupaten Pati sepanjang 75 meter telah selesai dibangun, sementara pembangunan tanggul kedua sepanjang 90 meter masih dalam tahap pemasangan pancang.
Adapun penanganan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sepanjang 450 meter saat ini masih memasuki tahap persiapan material sebelum pemasangan pancang dimulai.
"Tanggul pertama dari Pemkab sudah selesai 75 meter. Tanggul kedua sepanjang 90 meter baru proses pancang, sedangkan penanganan dari Pemprov sepanjang 450 meter masih persiapan material," pungkasnya.