Pati, Shabda.id- Aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati kembali memanas pada hari kedua, Selasa 28 Juli 2026.
Massa aksi meluapkan kekecewaan dengan melemparkan telur busuk, menyiramkan air comberan, hingga berulang kali membakar ban bekas di depan gerbang kantor kejaksaan.
Aksi dimulai sejak siang hari dengan penyampaian orasi secara bergantian. Massa kembali mendesak pihak Kejari Pati agar menemui mereka dan memberikan penjelasan terkait tuntutan yang disampaikan.
Namun hingga aksi berakhir, tidak ada perwakilan Kejari Pati yang menemui para demonstran.
Sekitar pukul 16.00 WIB, massa mulai melakukan aksi simbolik dengan melemparkan sejumlah telur busuk ke arah halaman Kantor Kejari Pati.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja aparat penegak hukum yang dinilai tidak merespons tuntutan mereka.
Baca Juga:
Tak lama berselang, beberapa peserta aksi juga menyiramkan air comberan ke area depan kantor kejaksaan sebagai simbol protes terhadap dugaan buruknya penegakan hukum yang mereka soroti.
Suasana semakin memanas ketika massa membakar ban bekas tepat di depan gerbang Kantor Kejari Pati. Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dan menarik perhatian pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Petugas kepolisian yang berjaga langsung memadamkan kobaran api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, setelah api berhasil dipadamkan, massa kembali menyalakan ban tersebut. Aksi saling membakar dan memadamkan ban itu terjadi beberapa kali.
Karena massa terus kembali menyalakan ban, petugas akhirnya menggunakan selang air untuk memastikan api benar-benar padam. Saat aparat berupaya menyemprotkan air ke titik pembakaran, situasi sempat memanas.
Terjadi aksi saling dorong antara massa demonstran dengan personel kepolisian. Massa berusaha menghalangi petugas yang hendak memadamkan api, sementara aparat berupaya menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah kobaran api kembali membesar.
Aksi hari kedua berakhir saat azan Magrib berkumandang. Massa membubarkan diri secara tertib di bawah pengamanan aparat kepolisian.
Meski demikian, koordinator aksi memastikan demonstrasi belum berakhir. Mereka berencana kembali menggelar aksi mulai Rabu 29 Juli 2026 dan akan terus berlanjut hingga 31 Juli 2026 apabila tuntutan mereka belum direspons oleh Kejaksaan Negeri Pati.