SHABDA
Cari berita…
Peristiwa

Dicari Semalaman, Mbah Ngatmono Ditemukan Meninggal di Sawah

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Dicari Semalaman, Mbah Ngatmono Ditemukan Meninggal di Sawah
Evakuasi jenazah Mbah Ngatmono dari persawahan (Foto: Shabda.id)

Pencarian petani lansia dilanjutkan pukul 08.20 WIB, pukul 08.40 WIB korban ditemukan telungkup di sawah

Kudus, Shabda.id- Upaya pencarian terhadap Mbah Ngatmono (70), petani lansia asal Dukuh Bogol, Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus yang dilaporkan hilang misterius di area persawahan akhirnya membuahkan hasil.

Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia, pada Kamis 11 Juni 2026 pagi.

Mbah Ngatmono ditemukan pertama kali oleh keponakannya sendiri dalam posisi tengkurap di sekitar area persawahan tempatnya bekerja.

​Sejak Kamis pagi pukul 08.20 WIB, tim relawan gabungan bersama warga sekitar kembali membagi tim untuk menyisir area persawahan Dukuh Bogol.

​Tak berselang lama, sekitar pukul 08.40 WIB, salah satu anggota keluarga korban bernama Edi Cahyono (35) yang merupakan keponakan korban melihat tubuh Mbah Ngatmono tergeletak dalam posisi tengkurap di salah satu sudut sawah.

​Melihat kondisi sang paman, Edi langsung berteriak memanggil Tim Relawan FRPB dan warga yang berada tak jauh dari lokasi untuk meminta bantuan evakuasi. Tubuh korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

​Pihak Kepolisian dari Polsek Gebog bersama Tim Inafis Polres Kudus dan dokter dari Puskesmas Gondosari langsung melakukan identifikasi menyeluruh setibanya jenazah di rumah duka.

Kapolsek Gebog AKP Siswanto membenarkan telah ditemukanya Mbah Ngatmono dengan kondisi meninggal dunia.

​"Dari hasil pemeriksaan medis yang dipimpin oleh dr. Naila dari Puskesmas Gondosari, dipastikan bahwa korban murni meninggal dunia akibat kecelakaan kerja saat membakar daun tebu (daduk) kering," terang Kapolsek Gebog.

​AKP Siswanto menambahkan, Mbah Ngatmono mengalami luka bakar mencapai 100 persen. Petugas juga memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

​"Dengan dievakuasinya korban dan diserahkannya jenazah kepada pihak keluarga, maka Giat Opsar (Operasi Pencarian) di Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, resmi kami nyatakan ditutup," tutupnya.

​Pihak keluarga telah menerima kejadian tragis ini sebagai musibah, dan jenazah Mbah Ngatmono rencananya akan langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait