SHABDA
Cari berita…
Infrastruktur

Dikeluhkan Warga, DPUTR Pati Minta Kontraktor Siram Ruas Jalan Winong-Jakenan dan Jakenan-jaken

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Dikeluhkan Warga, DPUTR Pati Minta Kontraktor Siram Ruas Jalan Winong-Jakenan dan Jakenan-jaken
Hasto Utomo Kabid Bina Marga DPUTR kabupaten Pati (Foto: Shabda.id)

Sejumlah warga mengeluhkan debu yang beterbangan saat kendaraan melintas

Pati, Shabda.id- Keluhan masyarakat terkait debu tebal yang muncul akibat proyek perbaikan jalan di ruas Winong-Jakenan dan Jakenan-Jaken mendapat perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati.

Sejumlah warga mengeluhkan debu yang beterbangan saat kendaraan melintas. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan berpotensi mengurangi jarak pandang pengendara.

Menanggapi hal itu, DPUTR Pati akan berkoordinasi dengan penyedia jasa agar dilakukan penyiraman air selama menunggu proses pengaspalan.

"Ini saya akan berkoordinasi dengan penyedia agar selama menunggu pengaspalan dilakukan penyiraman air agar mengurangi debu," ujar Hasto dari DPUTR Pati saat dikonfirmasi, Kamis 25 Juni 2026.

Ia menyebut penyiraman direncanakan mulai dilakukan pada hari ini sebagai langkah sementara untuk mengurangi dampak debu terhadap masyarakat dan pengguna jalan.

"Ya, rencana hari ini ada penyiraman air," katanya.

Terkait jadwal pengaspalan, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan penyedia jasa. Namun DPUTR berharap proses pengaspalan dapat mulai dilaksanakan pada Juli 2026.

"Untuk jadwal pengaspalan perlu saya koordinasikan dengan penyedia dulu. Akan saya minta agar bulan Juli nanti sudah ada pengaspalan," jelasnya.

Selain penyiraman, DPUTR juga meminta pelaksana proyek menerapkan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi pekerjaan. Salah satunya dengan memasang rambu dan papan peringatan agar pengguna jalan mengetahui adanya aktivitas perbaikan jalan.

"Kalau sesuai pekerjaan K3 selain penyiraman juga ada rambu atau tulisan peringatan kalau ada pekerjaan perbaikan jalan," tambahnya.

Hasto mengungkapkan hingga saat ini DPUTR belum menerima laporan resmi dari masyarakat terkait kondisi debu di ruas tersebut. Informasi yang diterima masih berasal dari pemberitaan media dan keluhan warga yang beredar.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait