SHABDA
Cari berita…
Ekonomi

Dinas Perdagangan Kudus Pastikan Pasokan LPG 3 Kg Aman dan Stabil

TIA
TIA
Dinas Perdagangan Kudus Pastikan Pasokan LPG 3 Kg Aman dan Stabil
Penjualan LPG 3kg dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman kantor Dispertan Kudus pada Jumat (12/6/2026). (Foto: Shabda.id)

Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus pastikan ketersediaan gas LPG 3 kilogram di wilayah Kabupaten Kudus aman dan stabil.

Kudus, Shabda.id -- Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus memastikan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram dalam kondisi aman dan mencukupi.

Kebijakan kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax yang berlaku sejak 10 Juni kemarin dipastikan tidak membawa pengaruh terhadap ketersediaan maupun stabilitas harga gas melon tersebut.

Sebagai langkah nyata menjaga daya beli masyarakat, Dinas Perdagangan juga menggandeng PT Pertamina untuk menyalurkan LPG 3 kg langsung ke masyarakat melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus.

Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi, dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus, Sonhaji mengungkapkan, Pertamina memberikan dukungan penuh dengan menggerakkan agen-agen lokal untuk menyuplai komoditas bersubsidi ini.

"Setelah kami diberitahu bahwa di Dispertan ada penjualan gas LPG 3 kg dalam Gerakan Pangan Murah, kami langsung berkoordinasi dengan Pertamina. Pihak Pertamina mendukung penuh dengan membantu menggerakkan agen-agen di Kudus untuk menjual 100 tabung LPG di acara tersebut," ujar Sonhaji, Jumat (12/6/2026).

Dalam program pangan murah ini, masyarakat bisa mendapatkan gas melon dengan harga resmi tingkat pangkalan, yakni Rp18.000 per tabung. Namun, untuk mengantisipasi aksi borong dan memastikan distribusi yang merata, pemerintah menerapkan aturan pembatasan yang ketat.

"Teknis pembelian di lokasi menggunakan sistem satu KTP hanya diperbolehkan untuk membeli satu tabung LPG 3 kg," tegasnya.

Di samping itu, menepis kekhawatiran warga akan kelangkaan pasokan di pertengahan tahun, Sonhaji membeberkan data capaian konsumsi LPG di Kabupaten Kudus yang dinilai masih sangat aman dan terkendali.

Berdasarkan laporan penyaluran bulanan yang masuk ke dinasnya, realisasi konsumsi masyarakat hingga bulan Mei 2026 belum menyentuh separuh dari total alokasi tahunan yang disediakan oleh pemerintah pusat.

"Jika dihitung dari total kuota LPG untuk Kabupaten Kudus tahun 2026 yang sebanyak 29.296 metrik ton, sampai dengan bulan Mei kemarin serapannya baru mencapai 45 persen dari jumlah kuota tersebut," urai Sonhaji secara rinci.

Berpatokan pada data performa penyaluran tersebut, Sonhaji optimistis rantai pasok gas untuk kebutuhan rumah tangga sasaran dan pelaku usaha mikro di Kudus tidak akan mengalami kendala hingga beberapa bulan ke depan.

"Kami memprediksi, berdasarkan perkiraan ketersediaan yang ada, insyaallah stok LPG di Kudus aman. Hasil koordinasi kami dengan Pertamina menunjukkan stoknya sangat aman, jadi masyarakat tidak perlu risau," pungkasnya.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait