Kudus, Shabda.id -- Perjalanan hidup Nitisemito, sosok legendaris yang dikenal sebagai perintis industri kretek di Kabupaten Kudus, akan kembali dihidupkan di atas panggung seni.
Kelompok seniman yang tergabung dalam Keluarga Segitiga Teater (KESET) bersiap menyuguhkan pertunjukan drama musikal bertajuk "Nitisemito: De Kretek Koning" pada Sabtu, 29 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB di Taman Budaya Kudus.
Pertunjukan ini mengajak penonton menelusuri jejak perjuangan Nitisemito, mulai dari awal karirnya sebagai seorang kusir dokar hingga berhasil bertransformasi menjadi figur penting dalam sejarah ekonomi Kudus.
Lewat garapan KESET, peristiwa sejarah tidak sekadar ditampilkan sebagai catatan masa lalu, melainkan diolah menjadi kisah emosional yang memadukan ambisi, cinta, dan perjuangan hidup.
Naskah pementasan ini ditulis oleh Agung Widodo dengan arahan sutradara NH Cipo, sementara komando aransemen musik dipercayakan kepada Zaky Zamani.
Kolaborasi ketiga insan kreatif ini berhasil merajut jalan cerita, relasi antar tokoh, dan suasana zaman dulu menjadi sebuah seni pertunjukan yang segar dan mudah dinikmati oleh semua kalangan.
Baca Juga:
Panggung drama musikal ini didukung oleh deretan pemain bakat dari Teater KESET. Peran utama Nitisemito dibawakan oleh EMHA Hanip, beradu peran dengan Wahyuningtyas yang memerankan tokoh Nasilah.
Karakter pendukung lainnya dihidupkan oleh Danang sebagai Karno, Nur Syamsusin sebagai Taryono, Zen Arsyad sebagai Karmain, Hadi Sukadal sebagai Meneer, serta Mami Pipiek Isfianti yang dipercaya memerankan Ratu Wilhelmina.
Suasana pergerakan rakyat dan pekerja masa lalu semakin hidup dengan kehadiran pemain pendukung seperti Windy, Nafa, Mujib, Petek, Nabil, Zino, Satria, Alwani, Ali, Dyta, Wanodya, dan Alma.
Bagi masyarakat yang ingin menikmati karya sejarah lokal ini, panitia menyediakan tiket presale seharga Rp15.000 yang dapat dipesan secara daring melalui tautan resmi.
Sementara itu, tiket on the spot dijual seharga Rp25.000 di lokasi acara.
Pementasan karya KESET ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat Kudus, khususnya generasi muda, untuk kembali mengenal akar sejarah kotanya dengan cara yang menyenangkan.