Kudus, Shabda.id- D’tjolo Eco Park di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, terus ditata untuk menjadi salah satu destinasi wisata baru yang mengedepankan potensi alam sekaligus mendukung perkembangan sport tourism atau wisata olahraga.
Konsep wisata olahraga menjadi salah satu bagian yang diusung dalam pengembangan D’tjolo Eco Park. Perpaduan karakter alam lereng Muria dengan berbagai aktivitas olahraga dan rekreasi luar ruang diharapkan mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
Potensi tersebut salah satunya terlihat saat kawasan D’tjolo Eco Park menjadi bagian dari penyelenggaraan Ultra Trail Mount Muria (UTMM) pada Sabtu hingga Ahad, 4–5 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pengelola untuk memperkenalkan wajah baru kawasan kepada para peserta maupun pengunjung.
Manajer Operasional D’tjolo Eco Park, Pujiharto, mengatakan penataan dan pembangunan kawasan hingga kini masih terus berjalan. Progres pengembangan telah mencapai sekitar 20 persen dan sejumlah fasilitas mulai dipersiapkan untuk menunjang berbagai aktivitas wisata.
“Minggu kemarin kebetulan kami ada event besar, UTMM (Ultra Trail Mount Muria). Gerbang entrance Alhamdulillah sudah bisa menyapa para peserta,” ujar Pujiharto, Rabu 07 Oktober 2026.
Menurutnya, penyelenggaraan UTMM menjadi salah satu gambaran bahwa kawasan lereng Muria memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ruang yang mempertemukan olahraga dengan pariwisata.
Ke depan, D’tjolo Eco Park diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem sport tourism di kawasan Muria.
Konsep sport tourism yang dikembangkan tidak hanya menyasar kegiatan olahraga berintensitas tinggi. D’tjolo Eco Park juga menyiapkan ruang bagi aktivitas rekreasi aktif yang dapat dinikmati berbagai kelompok usia. Salah satunya melalui Outbound Area yang dirancang untuk aktivitas fisik luar ruang bagi kelompok maupun keluarga.
Sementara Sport Adventure Area diarahkan untuk memanfaatkan karakter alam lereng Muria. Aktivitas seperti hiking, jalan sehat, trekking hingga susur alam dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan.
Dengan demikian, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan alam melalui berbagai aktivitas fisik.
Selain aktivitas olahraga, D’tjolo Eco Park juga disiapkan sebagai kawasan rekreasi yang menawarkan panorama alam. Salah satu fasilitas yang tengah dipersiapkan adalah balon udara.
Wahana tersebut nantinya ditujukan untuk memberikan pengalaman menikmati panorama Pegunungan Muria, kawasan makam Sunan Muria hingga pemandangan Kudus dan city light dari ketinggian.
Baca Juga:
“D’tjolo sendiri akan menjadi destinasi baru yang cukup menjanjikan untuk layak dikunjungi. Kami mengadopsi beberapa yang sudah ada, di antaranya nanti ada balon udara yang fokusnya lebih melihat view Pegunungan Muria, makam Muria, dan city light,” jelas Pujiharto.
Selain balon udara, pengelola juga menyiapkan sejumlah wahana rekreasi seperti rainbow slide dan permainan anak. Area perkemahan yang sebelumnya telah ada juga akan dipertahankan. Keberadaannya diharapkan dapat menjadi ruang bagi wisatawan, keluarga maupun komunitas untuk melakukan berbagai aktivitas luar ruang di kawasan lereng Muria.
Pengembangan D’tjolo Eco Park juga diarahkan untuk menguatkan sisi edukasi dan konservasi lingkungan. Pengelola berencana mempertahankan tanaman endemik khas Muria sebagai bagian dari lanskap kawasan.
Sementara untuk fauna, pengelola mengupayakan keberadaan rusa dan berbagai jenis burung sebagai bagian dari konsep wisata berbasis alam.
“Kalau flora dan fauna, untuk tanaman kami mempertahankan tanaman endemik khas Muria. Untuk hewan, kalau bisa kami upayakan rusa endemik Muria, serta aneka burung yang kita lestarikan,” kata Pujiharto.
Konsep tersebut membuat D’tjolo Eco Park tidak hanya diposisikan sebagai tempat bermain, tetapi juga sebagai ruang untuk mengenalkan kekayaan alam Muria kepada wisatawan.
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, sejumlah fasilitas pendukung juga disiapkan. Di antaranya gazebo, kamar mandi, musala, kafe hingga restoran.
Pengelola juga membuka peluang integrasi D’tjolo Eco Park dengan destinasi wisata lain di kawasan Muria. Salah satu konsep yang disiapkan adalah paket wisata bersama Pijar Park, termasuk perjalanan menggunakan jip dari Pijar Park menuju D’tjolo Eco Park.
Konsep tersebut diharapkan dapat menciptakan pengalaman wisata yang lebih terintegrasi sekaligus memperpanjang waktu kunjungan wisatawan di kawasan Muria.
Meski pembangunan masih berjalan, pengelola menargetkan soft opening D’tjolo Eco Park pada Desember 2026.
Jika target tersebut terealisasi, kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai Taman Ria Colo itu akan memasuki babak baru sebagai salah satu destinasi wisata yang menawarkan kombinasi alam, olahraga, petualangan, edukasi dan rekreasi.
Pengalaman menjadi bagian dari penyelenggaraan Ultra Trail Mount Muria pada awal Oktober 2026 menjadi salah satu langkah awal untuk menunjukkan potensi tersebut.
Di tengah berkembangnya tren wisata berbasis pengalaman dan aktivitas luar ruang, D’tjolo Eco Park mencoba mengambil posisi dengan memanfaatkan kekuatan utama yang dimiliki kawasan tersebut: alam Muria.