SHABDA
Cari berita…
Daerah

Dukung Target 1.000 Desa Wisata Jateng, Pemkab Kudus Perkuat Pembangunan Kawasan Perdesaan

TIA
TIA
Dukung Target 1.000 Desa Wisata Jateng, Pemkab Kudus Perkuat Pembangunan Kawasan Perdesaan
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana. (Foto: Shabda.id)

Pemkab Kudus menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan program Pemprov Jateng yang menargetkan peluncuran 1.000 desa wisata pada akhir tahun 2026.

Kudus, Shabda.id -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah yang menargetkan peluncuran 1.000 desa wisata pada akhir tahun 2026.

Langkah ini diwujudkan melalui penguatan Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) demi menciptakan ekosistem pariwisata yang mampu mendongkrak perekonomian warga.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana menegaskan, Kudus telah memiliki modal kuat berupa sejumlah kawasan perdesaan bertema yang siap menopang program strategis tersebut.

"Kami di PMD mendukung penuh ekosistem pariwisata sesuai arahan dari Pemerintah Provinsi. Saat ini sudah ada PKP Muria, PKP Gula Tumbu, dan PKP Menara. Dari kawasan-kawasan itu kami mendorong agar desa-desa di dalamnya terus bertumbuh," ujar Famny pada Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, konsep PKP tidak berjalan sendiri-sendiri per desa, melainkan mengintegrasikan beberapa desa yang memiliki keterkaitan potensi sesuai dengan tema karakteristik wilayahnya.

Dalam skema ini, terdapat pembagian peran yang saling melengkapi berdasarkan potensi lokal yang dimiliki.

Desa utama menjadi pusat tema kawasan, sementara desa lain berfungsi sebagai pendukung dengan mengembangkan kearifan lokal masing-masing.

"Setiap PKP memiliki tema dan subtema. Desa-desa pendukung tinggal mengembangkan potensi lokalnya. Misalnya daerah yang memiliki persoalan air, bagaimana persoalan itu justru dikreasikan menjadi potensi wisata atau daya tarik ekonomi. Itu yang kami dorong," paparnya.

Komitmen Pemkab Kudus dalam menghidupkan kawasan perdesaan ini sebenarnya sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Dinas PMD mencatat telah menyalurkan bantuan keuangan stimulan untuk menstimulus pembangunan berbasis kawasan.

"Sekitar tahun 2023 atau 2024, kami sudah memberikan bantuan keuangan. Kalau tidak salah ada lima desa yang masing-masing menerima sekitar Rp100 juta untuk mendukung pengembangan kawasan perdesaan," ungkap Famny.

Terkait data teknis mengenai berapa jumlah pasti desa di Kudus yang masuk dalam target 1.000 desa wisata bentukan Pemprov Jateng, termasuk rincian kuota anggarannya, Famny menyebut hal itu merupakan ranah dinas teknis yang membidangi pariwisata.

"Kalau terkait rincian desa wisata maupun anggaran dari provinsi, nanti perlu dikonfirmasi ke perangkat daerah yang menangani teknisnya (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata)," tandasnya.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait