Pati, Shabda.id- Ahmad Husnu Saqib dan Alfi Nazlatunnajah resmi dinobatkan sebagai Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pati 2026. Keduanya meraih juara pertama dalam Grand Final Duta Wisata Kabupaten Pati yang digelar bersamaan dengan pembukaan Pekan Kreasi Pati pada 1 Agustus 2026.
Saqib dan Nazla berhasil menyisihkan 10 pasang finalis dari total 58 peserta yang mendaftar dalam ajang tersebut. Sebelum mencapai grand final, para peserta mengikuti sejumlah tahapan seleksi, mulai dari ujian tertulis di Omah Kuno, ujian wawancara dan bakat di Jahe Rempah, hingga grand final di Alun-Alun Simpang Lima Pati.
Nazla, sapaan Alfi Nazlatunnajah, mengaku bersyukur sekaligus bangga setelah dinyatakan sebagai Mbak Duta Wisata Pati 2026. Gadis asal Desa Guwo, Kecamatan Tlogowungu, itu menyebut gelar tersebut bukan sekadar sebuah penghargaan, melainkan amanah untuk membawa nama baik Kabupaten Pati.
"Sangat bersyukur, terharu, dan bangga. Menjadi Duta Wisata Kabupaten Pati bukan sekadar memenangkan piala, tetapi memberikan saya amanah besar untuk membawa nama baik daerah, memperkenalkan potensi pariwisata, serta melestarikan kekayaan budaya Pati," kata Nazla.
Menurutnya, Duta Wisata memiliki peran penting sebagai penghubung antara pemerintah, masyarakat, dan wisatawan dalam mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Pati.
Promosi destinasi wisata dan UMKM lokal, kata dia, tidak hanya berpotensi meningkatkan perekonomian daerah, tetapi juga menjadi sarana untuk mengajak generasi muda lebih peduli terhadap budaya dan potensi daerah.
"Kami berdua akan bersinergi menjalankan berbagai program pemuda dan pariwisata ke depannya. Manfaat Duta Wisata sangat besar, selain meningkatkan perekonomian daerah melalui promosi destinasi dan UMKM lokal, ajang ini juga menjadi wadah pembinaan generasi muda Pati agar lebih peduli, berwawasan luas, dan bangga akan identitas daerahnya," jelas perempuan berusia 17 tahun tersebut.
Baca Juga:
Nazla juga berkomitmen tidak hanya menjalankan peran sebagai Duta Wisata dalam kegiatan seremonial. Ia berencana memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi wisata dan budaya Pati secara lebih luas.
"Ke depan, kami tidak hanya hadir di acara-acara seremonial, tetapi juga aktif membuat konten promosi edukatif di media sosial, turun ke komunitas pemuda untuk edukasi sadar wisata. Serta berkolaborasi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Pati dalam mengenalkan destinasi unggulan," ungkapnya.
Pengalaman di bidang seni dan budaya menjadi salah satu modal Nazla dalam menjalankan tugas tersebut. Sebelumnya, ia juga pernah meraih penghargaan sebagai Mbak Duta Batik Bakaran Kabupaten Pati pada 2025.
Dalam proses seleksi Duta Wisata 2026, Nazla mengaku menghadapi persaingan ketat karena seluruh peserta memiliki kemampuan masing-masing.
"Mereka semua orang-orang yang hebat dan memiliki kelebihan masing-masing. Saya merasa hal yang paling menonjol dari saya adalah ketika tes bakat karena di sana saya menampilkan lagu ciptaan saya dan bermain piano dengan judul 'Tulus Ning Ati'," ujarnya.
Selain memiliki minat di bidang seni budaya, Nazla juga aktif dalam kegiatan public speaking dan pemanfaatan media sosial. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk memperkenalkan potensi wisata Kabupaten Pati kepada generasi muda.
"Saya memiliki minat yang besar di bidang seni budaya, public speaking, dan media sosial. Kepercayaan diri saya lahir dari keterlibatan aktif saya dalam kegiatan seni dan promosi budaya lokal. Bakat komunikasi dan pemanfaatan media digital ini menjadi modal utama saya untuk mempromosikan destinasi Pati secara atraktif kepada generasi muda," pungkasnya.