Pati, Shabda.id- Harga bawang merah di tingkat petani di Kabupaten Pati kini anjlok hingga Rp18.000 per kilogram. Padahal, sebelumnya harga komoditas tersebut sempat berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.
Penurunan harga tersebut terjadi saat sejumlah petani di Kecamatan Jaken mulai memasuki masa panen bawang merah.
Salah satunya Kusno, petani bawang merah asal Desa Sumberarum, Kecamatan Jaken. Ia memanen bawang merah dari lahan seluas 4.000 meter persegi.
Bawang merah yang dipanen tersebut berusia sekitar 65 hari. Dari bibit sebanyak 2,5 kuintal, Kusno mampu menghasilkan sekitar 4 ton bawang merah.
“Panen bawang merah dengan luasan sawahnya 4.000 meter persegi. Bibit bawang merah 2,5 kuintal, hasil produksi kurang lebih 4 ton,” terang Kusno pada Sabtu 22 Agustus 2026.
Kusno mengatakan, bawang merah tersebut ditanam sekitar Juni 2026. Setelah memasuki usia panen, hasilnya kemudian akan dijual kepada tengkulak.
“Ini panen di usia 65 hari. Untuk tanam dua bulan yang lalu, hari ini selesai panen,” katanya.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Jaken, Endrawati mengatakan, puluhan kelompok tani di wilayah tersebut membudidayakan bawang merah.
Menurutnya, waktu tanam bawang merah di Kecamatan Jaken tidak dilakukan secara serempak. Saat ini sebagian petani sudah memasuki masa panen, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap pertumbuhan.
“Di Jaken tanam bawang merah tidak bisa serempak, saat ini sebagian panen dan sebagian umur kurang dari satu bulan. Saat ini bawang merah yang ditanam karena musim kemarau adalah Thailand atau Tajuk, tapi ada yang Bauji yang baru umur sebulan, tapi kebanyakan Thailand atau Tajuk,” paparnya.
Baca Juga:
Endrawati menyebut kondisi lahan di Kecamatan Jaken cocok untuk budidaya bawang merah. Lahan yang mayoritas berupa tadah hujan dinilai turut membuat kualitas bawang merah yang dihasilkan lebih baik.
“Keunggulan di Jaken itu karena tadah hujan. Sehingga untuk bawang merahnya dari segi warna dan rasa lebih beraroma, dan rasanya lebih enak,” ujarnya.
Dari sisi produksi, pertumbuhan bawang merah pada musim tanam kali ini juga cukup baik. Serangan hama dan penyakit relatif sedikit sehingga hasil panen petani dinilai bagus.
“Untuk musim tanam sekarang alhamdulillah pertumbuhan baik, sedikit hama penyakit sehingga hasilnya bagus, besar-besar, dan bobotnya masuk,” ungkapnya.
Namun, budidaya bawang merah pada musim kemarau memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air. Petani memanfaatkan sumur dangkal dan melakukan penyiraman secara manual menggunakan selang.
Selain itu, petani di Jaken juga mulai menggunakan mulsa dalam budidaya bawang merah.
Adapun saat ini harga bawang merah di tingkat petani berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Sementara harga di tingkat tengkulak berkisar Rp20.000 hingga Rp22.000 per kilogram.
Harga tersebut mengalami penurunan cukup tajam dibanding sebelumnya. Berdasarkan catatan BPP Kecamatan Jaken, harga bawang merah di tingkat petani sebelumnya berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.
Artinya, harga terendah di tingkat petani saat ini turun sekitar Rp12.000 per kilogram dibanding harga terendah sebelumnya.
Di tengah produksi yang dinilai cukup baik, penurunan harga tersebut menjadi perhatian bagi petani bawang merah yang mulai memasuki masa panen di sejumlah wilayah Kecamatan Jaken.