Kudus, Shabda.id- Memperingati Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus, Jaleca Sancaya menggelar program tebus murah sembako bagi masyarakat. Sebanyak 500 paket sembako disiapkan untuk warga dengan harga tebus hanya Rp47.700 per paket.
Paket sembako tersebut berisi beras, telur, mi instan, dan minyak goreng. Nilai paket diperkirakan mencapai sekitar Rp150 ribu jika dibeli dengan harga normal.
Kegiatan yang mengusung tema “Tepo Seliro Tulung Tinulung” itu digelar pada Ahad 27 September 2026 dan menyasar masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan perusahaan.
Penerima manfaat berasal dari lima desa, yakni Desa Karangbener, Dersalam, Gondangmanis, Bacin, dan Panjang.
Founder Jaleca Sancaya, Leon Rudi Wisanto, mengatakan program tersebut menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekaligus turut memeriahkan momentum Hari Jadi Kabupaten Kudus.
“Ini satu kegiatan kita dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-477. Kalau kemarin malam sudah happy-happy, sekarang kita bantu masyarakat dengan membagikan berkah,” ujar Leon.
Menurutnya, program tebus murah tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
Leon berharap paket sembako murah itu setidaknya dapat membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari warga.
Baca Juga:
“Harapannya bisa membantu meringankan kesusahan ini,” katanya.
Leon menambahkan, kegiatan tebus murah sembako tersebut merupakan program sosial yang untuk pertama kalinya digelar oleh perusahaan.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada momentum Hari Jadi Kabupaten Kudus tahun ini, tetapi dapat kembali dilaksanakan pada kesempatan berikutnya dengan cakupan penerima manfaat yang lebih luas.
Sementara itu, Wakil Direktur PT Jaleca Tri Tunggal, Sandung Hidayat, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memperhatikan kondisi masyarakat di sekitar lingkungan usaha, khususnya dalam bidang ekonomi.
“Kegiatan ini selalu akan bergulir karena sesuai dengan komitmen PT Jaleca Tri Tunggal bahwa kami selalu peduli,” kata Sandung.
Dalam menentukan penerima manfaat, perusahaan melibatkan pemerintah desa setempat. Pendataan penerima diserahkan kepada masing-masing pemerintah desa dengan prioritas masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi menengah ke bawah.
“Pemilihan penerima tentunya kita serahkan kepada kepala desa. Tentunya yang ekonomi menengah ke bawah. Ada Bacin, Salam, Karangbener, Gondangmanis, dan Panjang,” jelasnya.
Sandung berharap program sosial tersebut ke depan dapat diperluas sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan.
“Ke depannya, insyaallah se-Kabupaten Kudus. Kalau sementara kita kan tetangga, desa terdekat,” pungkasnya.