SHABDA
Cari berita…
Perlindungan Anak

Hari Anak Nasional 2026, Pemkab Kudus Pastikan Anak Tumbuh dengan Aman

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Hari Anak Nasional 2026, Pemkab Kudus Pastikan Anak Tumbuh dengan Aman
Kepala Dinsosp3ap2kb Kabupaten Kudus, Putut Winarno (Foto: Shabda.id)

Mulai dari Forum Anak Kudus, Posyandu hingga Daycare jadi ruang deteksi dini kasus kekerasan pada anak

Kudus, Shabda.id- Menyambut Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinsosp3ap2kb bergerak cepat memperketat tameng perlindungan anak.

Langkah preventif kini digenjot habis-habisan demi memastikan seluruh anak di Kota Kretek dapat tumbuh dan berkembang tanpa bayang-bayang trauma.

​Meski beragam program perlindungan telah bergulir, realita di lapangan menunjukkan bahwa kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi pekerjaan rumah yang serius.

Pemkab Kudus pun sadar, penanganan tidak boleh sekadar hangat-hangat tahi ayam. Mulai dari pencegahan dini hingga pendampingan psikologis korban, kini seluruh lini dioptimalkan.

​Kepala Dinsosp3ap2kb Kabupaten Kudus, Putut Winarno, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh pasang badan saat anak menjadi korban.

Pendampingan holistik baik secara psikologis, sosial, hingga jalur hukum, siap diberikan sesuai kebutuhan korban.

​“Kalau ada kasus, kami langsung turun melakukan pendampingan kepada korban sesuai kebutuhan. Target utamanya jelas, hak-hak anak tetap terlindungi dan proses pemulihan (trauma) mereka berjalan maksimal,” ujar Putut, pada Rabu 08 Juli 2026.

Putut menekankan bahwa fokus utama pihaknya saat ini adalah mencegah.

Dinsosp3ap2kb tidak ingin kecolongan lagi. Sosialisasi masif kini mulai merambah hingga ke tingkat desa.

​Jurus andalan yang kini diperkuat adalah program Kecamatan Berdaya. Program ini dipasang sebagai ujung tombak untuk mendeteksi dini setiap potensi kekerasan yang mengintai perempuan dan anak di wilayah masing-masing.

​Tak hanya itu, ruang-ruang publik terdekat dengan anak seperti Posyandu, Tempat Penitipan Anak (TPA), hingga daycare turut disulap menjadi ruang edukasi.

Lingkungan terdekat ini dinilai menjadi filter pertama untuk mengenali tanda-tanda kekerasan pada anak.

​“Kami ingin perlindungan itu dimulai dari lingkungan terdekat anak. Makanya peran Kecamatan Berdaya, Posyandu, hingga daycare terus kami optimalkan,” tambahnya.

​Strategi menarik lainnya adalah dengan menghidupkan peran Forum Anak Kabupaten Kudus. Forum ini tidak lagi sekadar menjadi wadah seremonial, melainkan ditempa menjadi agen perubahan yang berani bersuara.

​Lewat konsep 2P (Pelopor dan Pelapor), anak-anak Kudus diajak untuk saling menjaga teman sebaya mereka.

​“Forum Anak kami dorong menjadi pelopor dalam menyebarkan nilai positif, sekaligus berani menjadi pelapor jika melihat atau mengalami tindakan yang mengancam hak anak,” jelas Putut.

​Momentum Hari Anak Nasional 2026 ini menjadi alarm bagi semua pihak. Putut mengingatkan bahwa menciptakan ruang aman bagi anak bukanlah tugas tunggal pemerintah semata. Rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar memegang kunci utama.

​“Kolaborasi seluruh elemen masyarakat adalah kunci mutlak. Hanya dengan bersama-sama, kita bisa wujudkan Kabupaten Kudus yang benar-benar ramah anak dan bebas kekerasan,” pungkasnya.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait