SHABDA
Cari berita…
Olahraga

Hari Pertama MLSC All-Stars 2026: Kejutan Debutan Samarinda hingga Pesta 8 Gol Yogyakarta

TIA
TIA
Hari Pertama MLSC All-Stars 2026: Kejutan Debutan Samarinda hingga Pesta 8 Gol Yogyakarta
Tim All-Stars Kudus (jersey pink) memenangkan pertandingan pertama fase grup MLSC All-Stars 2026 melawan Tim All-Stars Tangerang (jersey biru) dengan skor akhir 2-0. (Foto: Istimewa)

Hari pertama babak penyisihan grup MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 langsung menyajikan drama dan kejutan besar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (23/6/2026).

Kudus, Shabda.id -- Hari pertama babak penyisihan grup MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 langsung menyajikan drama dan kejutan besar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (23/6/2026).

Sebanyak 12 tim terbaik dari berbagai kota tampil habis-habisan demi mencuri poin penuh di laga perdana fase grup.

Ajang sepak bola putri usia dini yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini langsung melahirkan peta persaingan yang sengit sejak peluit pertama dibunyikan.

Di Grup A, tim debutan MLSC All-Stars 2026, Samarinda menjalani partai pembuka menghadapi semifinalis tahun lalu, Jakarta.

Di partai lain, derby Jawa Timur yang mempertemukan tim Surabaya dan Malang. Dari Grup B, Yogyakarta menjalani partai pembuka fase grup menghadapi Banjarmasin.

Pertandingan lain yang juga tak kalah seru mempertemukan runner-up tahun lalu, Solo dengan Semarang.

Pada Grup C, juara tahun lalu, Kudus memulai perjalanan mereka mempertahankan gelar menghadapi Tangerang.

Sementara itu, tim All-Stars Bekasi beradu taktik dengan tim Bandung untuk berebut poin di laga perdana.

Juara tahun lalu, Kudus membuka langkah pertama mempertahankan gelar MLSC All-Stars dengan meyakinkan.

Bermain melawan All-Stars Tangerang, Rere Zenita Farza dkk. langsung menguasai pertandingan sejak kick-off berkat pressing ketat di lini tengah.

Hasilnya, anak asuh Yayat Hidayat itu berhasil unggul lewat gol dari Giada Soebianto memanfaatkan kemelut di depan gawang All-Stars Tangerang menit ke-18.

Tertinggal di babak pertama, All-Stars Tangerang mencoba bermain lebih menyerang di babak kedua. Namun, defensif disiplin yang dibangun All-Stars Kudus di lapangan tengah membuat lawannya kesulitan mengembangkan pola permainan.

Sebaliknya, All-Stars Kudus justru berhasil memperbesar keunggulan di menit ke-29, lagi-lagi lewat kaki Giada Soebianto yang merupakan pemain guest star. Hingga peluit akhir, skor 2-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Pelatih Kepala All-Stars Samarinda, Taufik Hidayat mengapresiasi performa tim asuhannya yang telah menjalani debut manis. Menerapkan pola defense to offense, Skuad Kota Tepian itu berhasil mencuri momen untuk mencetak poin.

"Kami bersyukur pada match pertama berhasil meraih poin penuh. Kita tahu Jakarta memiliki materi pemain yang bagus mereka memiliki individu yang luar biasa oleh sebab itu, kami coba untuk fokus bertahan," ujar Taufik.

"Di babak pertama, karena mungkin pertama kali tanding di luar Kalimantan jadi agak sedikit nervous tapi di babak kedua yang lebih ditekankan adalah mereka supaya bisa enjoy, karena kalau mereka tertekan kan tidak bisa maksimal menerima instruksi di lapangan. Jadi membuat mereka supaya lebih enjoy rileks dan alhamdulillah mereka bisa menerapkan instruksi di lapangan dengan baik," imbuhnya menjelaskan.

Sementara itu, Pelatih Kepala All-Stars Kudus, Yayat Hidayat bersyukur pertandingan pertama berakhir dengan kemenangan.

Hal itu tak terlepas dari kedisiplinan anak asuhnya untuk menjalani instruksi menguasai lini tengah. Terlebih, para pemain juga tidak demam panggung meski bertanding di hadapan pendukungnya.

"Anak-anak memang saya instruksikan untuk sebisa mungkin menguasai lini tengah, karena jantung permainan sepak bola itu ada di lini tengah. Kalau kita sudah bisa menguasai lini tengah, otomatis kita akan lebih mudah untuk memenangkan pertandingan. Jadi kami memaksimalkan itu sekaligus mempersiapkan bagaimana skema transisi setelah memenangkan bola di tengah untuk melakukan serangan balik," ujarnya.

Di sisi lain, Maura Adinda, Asisten Pelatih All-Stars Tangerang menyadari ada beberapa kelemahan anak asuhnya yang bisa dieksploitasi oleh lawan. Maka dari itu, untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya, dia dan tim kepelatihan akan langsung melakukan evaluasi.

"Kekalahan ini tentunya menjadi catatan bagi kami, khususnya bagi tim pelatih untuk bahan evaluasi di dua pertandingan berikutnya. Kami akan berfokus meningkatkan chemistry dan tentunya komunikasi tim, karena dua poin tersebut merupakan kekurangan terbesar kami di pertandingan hari ini. Untuk pertandingan berikutnya, kami juga akan lebih fokus membangun kekompakan di sektor pemain bertahan," kata Maura Adinda.

Chemistry antar pemain di lapangan juga diakui Kapten All-Stars Tangerang, Zilda Afna Syaqila merupakan bahan evaluasi utama.

Sebagai pemimpin di lapangan, dia merasa bertanggung jawab untuk memperbaiki hal tersebut untuk sisa pertandingan fase grup melawan Bekasi dan Bandung.

"Memang evaluasi paling utama adalah membangun chemistry lagi antar pemain. Selain itu komunikasi juga harus diperbaiki. Tadi saya merasa saya sendiri pun masih banyak melakukan kesalahan dalam bermain, dan komunikasi dari teman-teman yang juga kurang berjalan maksimal. Nanti kami akan berusaha lebih keras lagi," ungkap Player MLSC Tangerang Seri 2 2025-2026 itu.

Dari hasil pertandingan MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 hari pertama, Selasa (23/6), berikut data perolehan poin klasemen sementara pada setiap grup:

Grup A

Surabaya - 3 poin

Samarinda - 3 poin

Jakarta - 0 poin

Malang - 0 poin

Grup B

Yogyakarta - 3 poin

Semarang - 3 poin

Solo - 0 poin

Banjarmasin - 0 poin

Grup C

Kudus - 3 poin

Bandung - 1 poin

Bekasi - 1 poin

Tangerang - 0 poin

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait