Kudus, Shabda.id - Selesainya pembongkaran Stadion Wergu Wetan, Kelurahan Wergu Wetan, Kudus, membawa berkah tersendiri bagi para pemulung.
Sisa material dari bangunan stadion yang telah dirobohkan kini menjadi “harta karun” yang bisa menghasilkan rupiah.
Sejak pagi, sejumlah pemulung sudah berada di sekitar lokasi pembongkaran. Mereka membawa karung, palu godem, hingga gergaji untuk memilah dan mengambil material yang masih memiliki nilai jual, terutama besi.
Salah satunya Ahmad, warga Wergu Wetan. Selama dua hari terakhir, ia mengais sisa-sisa besi dari reruntuhan stadion. Sehari-hari, Ahmad bekerja serabutan dan terkadang ikut bekerja sebagai buruh di usaha pemotongan ayam.
Namun, untuk sementara waktu, ia memilih berburu besi bekas karena hasilnya dinilai lebih menjanjikan.
“Ini dari setelah Subuh. Alhamdulillah, dapat rezeki untuk keluarga,” ujar Ahmad saat ditemui di lokasi, Sabtu 22 Agustus 2026.
Untuk mengangkut hasil pungutannya, Ahmad menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi dengan tambahan gerobak.
Dengan palu godem, ia membongkar bagian beton untuk mengambil besi, kemudian memotongnya agar lebih mudah dimasukkan ke dalam karung.
Baca Juga:
Dari aktivitas tersebut, Ahmad mengaku bisa membawa pulang sekitar Rp200-300 ribu dalam sehari, tergantung banyaknya besi yang berhasil dikumpulkan.
Bukan hanya Ahmad, sejumlah warga lainnya juga terlihat mengais material dari reruntuhan Stadion Wergu Wetan. Mereka memilah besi dan berbagai benda lain yang masih memiliki nilai jual.
Supardi, salah seorang warga, mengaku keberadaan puing stadion membuatnya tidak perlu berkeliling terlalu jauh mencari barang bekas.
“Lumayan, daripada keliling mencari plastik dan barang bekas. Biasanya saya keliling. Kalau seperti ini, mending ke sini karena banyak besi yang bisa dipotong,” kata Supardi.
Menurut Supardi, harga besi bekas yang dikumpulkan berkisar Rp4000 hingga Rp5.000 per kilogram. Namun, harga tersebut bergantung pada penadah yang membeli.
“Saya jual ke siapa saja yang mau membayar. Biasanya segitu, tapi berapa pun harganya terserah. Yang penting bisa untuk makan,” ujarnya.
Pantauan di lokasi juga menunjukkan sejumlah perempuan turut memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memilah dan mengambil besi dari sisa bangunan.
Aktivitas warga mengais material bekas itu berlangsung setelah selesainya proses pembongkaran oleh pemenang lelang bangunan stadion.