Kudus, Shabda.id- Kabupaten Kudus bersiap menjadi pusat perhatian pencinta sepak bola putri tanah air. Ajang sepak bola putri bergengsi bertajuk Women’s Soccer Trilogy garapan Djarum Foundation dipastikan akan dipusatkan di Kota Kretek.
Event akbar yang menghadirkan ribuan pesepak bola putri dari berbagai daerah dan negara ini diyakini bakal mengukuhkan Kudus sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.
Selama rangkaian kompetisi berlangsung, ribuan atlet muda beserta para suporter diperkirakan akan memadati Kudus. Kehadiran mereka tidak hanya membawa semarak atmosfer olahraga, tetapi juga membawa angin segar bagi sektor ekonomi dan pariwisata lokal.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyambut antusias terpilihnya Kudus sebagai tuan rumah untuk tiga turnamen besar tersebut. Menurutnya, event berskala nasional hingga internasional ini akan memberikan dampak domino (multiplier effect) yang nyata bagi warga.
“Sport tourism Kabupaten Kudus bisa semakin meningkat. UMKM, hotel, termasuk sewa kendaraan, semua akan berdampak. Kami ucapkan terima kasih kepada Djarum Foundation karena mengadakan acara ini di Kudus,” ujar Sam’ani, Selasa 02 Juni 2026.
Rangkaian Women’s Soccer Trilogy ini akan bergulir dalam tiga tahap, yakni MilkLife Soccer Challenge All-Stars pada 23-28 Juni 2026.
"Dibulan Juli ganti HydroPlus Soccer League Alk-Stars yang berlangsung 05-12 Juli 2026," ujar Sam'ani.
Ia menambahkan, Nanti di bulan Agustus bakal digelar turnamen seoak bola putri internasional yang bertajuk Srikandi Merdeka Cup pada 14-23 Agustus 2026.
Khusus untuk Srikandi Merdeka Cup, Kudus akan menjadi saksi sengitnya laga antarnegara di kawasan Asia. Enam negara dipastikan ikut ambil bagian dalam turnamen kelompok usia U-16 ini.
Baca Juga:
Mengingat skala event yang mendunia, Sam’ani mengajak seluruh masyarakat Kudus untuk menjadi tuan rumah yang ramah dan tertib.
“Turnamen Srikandi Merdeka Cup ini skalanya internasional, ada enam negara nanti yang akan bermain di Kudus. Mari kita jadi tuan rumah yang baik, sambut tim dari luar negeri dengan santun, serta jaga ketertiban dan keamanan bersama,” pesannya.
Pemerintah Kabupaten Kudus pun menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh demi kelancaran acara. Koordinasi dengan TNI dan Polri juga telah dimatangkan guna menjamin kondusivitas selama pertandingan.
“Momentum ini harus kita manfaatkan dengan baik karena dampaknya sangat positif. Kita sudah siapkan hotel, insyaallah cukup. Kuliner dan wisata kita juga akan makin dikenal,” tambah Sam’ani.
Sementara itu, perwakilan Djarum Foundation, Slamet Raharjo, mengungkapkan bahwa Srikandi Merdeka Cup akan diikuti oleh tim-tim tangguh dari Yordania, Arab Saudi, Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, dan tentunya tuan rumah Indonesia.
Slamet menjelaskan, pemilihan Kudus sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Kota Kretek dinilai memiliki rekam jejak yang kuat dalam pembinaan sepak bola putri.
“Untuk Srikandi Merdeka Cup ini nanti mempertandingkan U-16, perkiraan akan ada sekitar 500 peserta yang bertanding di Kudus,” jelas Slamet.
Jika ditotal secara keseluruhan sejak kompetisi pertama, pergerakan massa yang masuk ke Kudus diprediksi akan sangat masif.
“Kalau dihitung dari event MilkLife All-Stars, Hydroplus All-Stars sampai Srikandi Merdeka Cup, perkiraan ada 1.000 sampai 1.500 peserta yang datang ke Kudus, dan itu belum termasuk suporter,” pungkasnya.
Ia berharap lewat ajang ini, lahir talenta-talenta emas sepak bola putri dari Kudus yang kelak mampu berbicara di panggung dunia.