SHABDA
Cari berita…
Infrastruktur

Jembatan 10 Kesambi Kudus Diperbaiki, Bentang Diperpanjang dan Jalur Diperlebar

TIA
TIA
Editor: Arif Saifudin
Jembatan 10 Kesambi Kudus Diperbaiki, Bentang Diperpanjang dan Jalur Diperlebar
Kabid BM Dinas PUPR Kudus saat meninjau progres perbaikan Jembatan 10 di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus pada Rabu (26/8/2026). (Foto: Shabda.id.)

Pemkab Kudus mulai melakukan penanganan menyeluruh terhadap Jembatan 10 yang terletak di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo.

Kudus, Shabda.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mulai melakukan penanganan menyeluruh terhadap Jembatan 10 yang terletak di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo.

Menggunakan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp4,9 miliar, proyek ini tidak hanya mengganti jembatan lama yang rusak, tetapi juga memperlebar jalur lalu lintas.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kudus, Supriyadi menjelaskan, langkah pembongkaran diambil lantaran penopang jembatan atau abutmen lama sudah mengalami kerusakan serius.

Proyek rekonstruksi yang dimulai sejak 27 Juli 2026 tersebut diproyeksikan selesai pada 23 November 2026 mendatang.

"Penggantian ini karena salah satu abutmennya sudah parah. Kemudian sekalian kami tingkatkan bentang dan lebarnya," ujar Supriyadi saat meninjau lokasi pembangunan pada Rabu 26 Agustus 2026).

Sebelum diperbaiki, jembatan tersebut hanya berukuran bentang 12 meter dengan lebar kurang dari 3 meter, sehingga menyulitkan kendaraan yang berpapasan.

Pada desain baru, bentang jembatan diperpanjang menjadi 15 meter dan lebarnya ditambah hingga 8 meter.

Supriyadi menambahkan bahwa dari perubahan ukuran ini, kendaraan nantinya sudah bisa melintas dua arah secara bersamaan tanpa harus bergantian.

Selain diperluas, posisi lantai jembatan juga ditinggikan sekitar satu meter dari struktur semula.

"Jembatan baru nanti kami naikkan satu meter dari lantai jembatan existing. Ini untuk mengantisipasi saat musim hujan, terutama ketika air mengalami kenaikan," ungkap Supriyadi.

Langkah ini diambil guna mengatasi persoalan banjir tahunan yang sering kali melimpas hingga ke permukaan jalan saat debit air sungai naik di musim hujan.

Meski jembatan dinaikkan cukup tinggi, penataan oprit atau jalur pendekat jalan akan disesuaikan dengan kondisi pemukiman setempat agar tidak mengganggu akses masuk menuju rumah warga.

Struktur bangunan baru ini dirancang menggunakan girder fabrikasi dengan mutu baja mencapai 345 MPa untuk menopang bentang yang lebih panjang.

Supriyadi menuturkan, Jembatan 10 menjadi fokus perbaikan Pemkab karena berada di ruas jalan kabupaten, berbeda dengan Jembatan 1 hingga 9 yang kewenangannya berada di luar pemerintah daerah.

Mengenai progres pengerjaan di lapangan, proyek sempat mengalami keterlambatan tipis sebesar 3,8 persen akibat adanya proses pemindahan pipa PDAM dan relokasi jaringan kabel listrik yang melintasi area konstruksi.

Meski demikian, pihak Dinas PUPR mengaku tetap optimistis target penuntasan pekerjaan pada November mendatang dapat tercapai melalui percepatan.

"Insyaallah bisa dikejar karena pekerjaannya baru berjalan kurang dari satu bulan," tegas Supriyadi.

Penanganan Jembatan 10 Kesambi ini merupakan bagian dari rangkaian perbaikan infrastruktur jembatan oleh Dinas PUPR Kudus pada tahun 2026 ini.

Beberapa titik lain yang turut diperbaiki di antaranya berada di wilayah Medini, Lambangan, Rahtawu, Semilir, Peganjaran, dan Geringging, dengan akumulasi total progres fisik daerah yang telah mencapai sekitar 40 persen.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait