Kudus, Shabda.id -- Timnas U-16 putri Indonesia, Garuda Pertiwi, berhasil lolos ke partai final Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino usai mengalahkan Timnas U-16 Yordania di Semifinal dengan skor 3-0 pada Jumat (21/8/2026) malam.
Berlangsung di Supersoccer Arena Kudus, penampilan memukai skuad Garuda Pertiwi disaksikan langsung oleh 1.500 lebih penonton. Termasuk disaksikan ratusan ribu penonton lewat siaran langsung YouTube.
Di semifinal turnamen sepak bola ini, Garuda Pertiwi berhasil mencetak semua gol di babak pertama. Gol permbuka dipersembahkan oleh Kesya Arabella pada menit ke-6.
Kemudian setelah perebutan bola yang cukup intens dengan para pemain Yordania, skuad Garuda Pertiwi berhasil mencetak gol pada menit ke-34 oleh Jazlyn Kayla.
Sebelum mengakhiri babak pertama, Garuda Pertiwi masih ingin memanfaatkan peluang yang mereka miliki. Hingga pada menit ke-45+4, Timnas Indonesia kembali mencetak gol dan meninggalkan lawan 3-0.
Setelah turun minum, kedua tim masih berupaya untuk memberikan perlawanan. Skuad Yordania berusaha keras memperkecil ketertinggalan, namun setiap peluang yang dimiliki belum berhasil menjadi gol.
Garuda Pertiwi juga tidak mau lengah, mereka terus menekan lawan dan mencoba menambah gol.
Namun hingga peluit panjang dibunyikan sebagai tanda berakhirnya pertandingan, skor masih bertahan 3-0 untuk kemenangan tuan rumah.
Hasil ini pun mengantarkan Garuda Pertiwi ke babak final Srikandi Merdeka Cup 2026 dan akan melawan Thailand pada Minggu (23/8/2026) mendatang.
Pelatih Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, sangat beryukur anak asuhnya bisa lolos ke final. Hasil ini menjadi salah satu harapan besarnya di momentum turnamen Srikandi Merdeka Cup 2026.
"Terima kasih atas semua dukungannya, baik yang diberikan dengan menonton langsung (ke Supersoccer Arena) ataupun menonton lewat YouTube," kata Timo.
"Warga Kudus sangat luar biasa, dukungan dari warga Kudus untuk Timnas putri Indonesia sangat luar biasa," lanjutnya.
Baca Juga:
Timo mencertikan, ada salah satu pemain inti skuad Garuda Pertiwi yang harus absen di laga semifinal ini karena cedera saat pemanasan.
Guna mengisi kekosongan posisi tersebut, ia pun berupaya mencari solusi terbaik. Akhirnya tim pelatih memilih mengubah posisi pemain saat di lapangan.
Pemain tidak hanya fokus di satu posisinya, tapi juga terkadang harus ikut menjaga di belakang, ikut menggiring bola sampai depan, maupun mengamankan sisi sayap.
"Semoga di final kami bisa menang," tegas Timo.
"Namun PR penguasaan bola yang lebih tenang, harus mutlak bisa mereka (skuad Garuda Pertiwi) lakukan saat lawan Thailand di final," harapnya.
Rasa syukur dan bangga atas hasil semifinal melawan Timnas U-16 Yordania juga disampaikan pemain Garuda Pertiwi, Shifana Rizka Nadhifa.
Melalui turnamen Srikandi Merdeka Cup ini, ia dan rekan-rekan satu timnya bisa mengetahui setiap kekurangan dan akhirnya bisa memanfaatkan peluang hingga menjadi gol.
"Rasanya sangat senang dengan hasil ini. (Kepada seluruh masyarakat Indonesia) Terus dukung kami sampai final," ujar Shifana.
Sementara itu, Pelatih Timnas Putri U-16 Yordania, Luna Rami Amin Almasri mengaku, hasil semifinal melawan Garuda Pertiwi ini bukan yang mereka harapkan.
Meski demikian, Timnas Yordania sangat senang bisa bermain bersama atlet-atlet muda berkompeten dari berebagai negara di Kabupaten Kudus.
"Di lapangan, para pemain sudah memberikan perjuangan terbaiknya. Kami sangat bangga dengan semua pemain," terangnya.
Setelah laga ini, Timnas Yordania akan melakukan persiapan matang menjelang perebutan Juara 3 Srikandi Merdeka Cup 2026.
"Target kami bisa mengamankan Juara 3 turnamen sepak bola putri U-16 Srikandi Merdeka Cup 2026," tegasnya.