SHABDA
Cari berita…
Peristiwa

Kecelakaan Kerja, Satu Pekerja Musiman di PG Rendeng Meninggal Tertimpa Komponen Crane

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Kecelakaan Kerja, Satu Pekerja Musiman di PG Rendeng Meninggal Tertimpa Komponen Crane
Lokasi meninggalnya pekerja musiman PG Rendeng (Foto: Shabda.id)

Peristiwa terjadi pukul 03.50 WIB, ketika crane yang digunakan untuk memindahkan tebu dari truk menuju meja tebu mengalami kerusakan pada bagian sling atau tali baja pengangkat.

Kudus, Shabda.id- Kecelakaan kerja terjadi di Pabrik Gula (PG) Rendeng, Kabupaten Kudus, Sabtu 08 Agustus 2026 pagi. Seorang pekerja musiman meninggal dunia setelah tertimpa komponen alat pengangkat tebu (crane).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.50 WIB. Wakil Manajer Teknis PG Rendeng, Yuke Adetya, mengatakan dirinya mengetahui kejadian itu setelah mendapat laporan dari para pekerja.

Menurut Yuke, kecelakaan terjadi ketika crane yang digunakan untuk memindahkan tebu dari truk menuju meja tebu mengalami kerusakan pada bagian sling atau tali baja pengangkat.

Saat kejadian, crane tersebut dalam kondisi tidak membawa beban tebu. Crane yang memiliki kapasitas angkat sekitar 7 hingga 8 ton itu sedang dalam posisi kembali untuk mengambil tebu.

“Jam 03.50 WIB pagi. Kurang lebih jam segitu ada kejadian tersebut dan saya juga nggak nyangka,” ujar Yuke.

Ia menjelaskan, sling crane tiba-tiba putus. Komponen pengait yang memiliki berat sekitar 80 kilogram kemudian jatuh dari ketinggian sekitar tiga hingga empat meter.

Komponen tersebut sempat menghantam bak truk. Namun, bukannya jatuh ke dalam bak, benda tersebut justru terpental ke arah luar hingga mengenai korban.

“Putus, dia nabrak bak truk, kena baknya sedikit, terus dia nggak masuk ke bak truknya tapi malah keluar,” jelasnya.

Yuke menyebut posisi crane dengan orang-orang di sekitar lokasi memang relatif berdekatan. Korban sendiri bukan merupakan operator crane yang bertugas mengoperasikan alat tersebut.

Menurutnya, operator yang telah berpengalaman umumnya memahami titik-titik yang berpotensi membahayakan, termasuk menghindari berada tepat di bawah alat pengangkat.

“Namanya risiko, sekecil apa pun, kejatuhan tetap ada. Walaupun yang bersangkutan sudah pakai helm, ya, namanya musibah itu nggak ada yang tahu,” katanya.

Pihak PG Rendeng memastikan pemeriksaan terhadap peralatan crane dilakukan secara berkala. Pemeriksaan tersebut juga disebut melibatkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) sebelum musim giling dimulai.

Yuke mengatakan pihaknya memiliki dokumen hasil pemeriksaan yang menyatakan peralatan tersebut layak digunakan.

“Kami setiap tahun ini ada dokumennya. Kami periksakan di Disnaker. Dia keluar surat keterangan,” ungkapnya.

Pasca-kecelakaan, PG Rendeng untuk sementara menghentikan penggunaan alat yang berkaitan dengan insiden tersebut. Pengoperasian crane baru akan dilakukan kembali setelah proses pemeriksaan dan penyelidikan selesai.

“Masih ada tim penyidik, saksi-saksinya baru diperiksa. Sementara ini nggak saya gunakan dulu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Kudus AKP Subkhan membenarkan adanya kecelakaan kerja tersebut. Penanganan dan penyelidikan lebih lanjut saat ini dilakukan oleh Polres Kudus.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait