SHABDA
Cari berita…
Peristiwa

Keluhkan Sakit, Pendaki asal Rembang Meninggal di Pos 5 Puncak 29 Rahtawu

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Keluhkan Sakit, Pendaki asal Rembang Meninggal di Pos 5 Puncak 29 Rahtawu
Jenazah pendaki asal Rembang diberangkatkan dari RSUD Kudus (Foto: Shabda.id)

Saat tiba di Pos 4, korban sempat mengeluhkan kondisi dadanya yang terasa sesak. Namun, korban tetap memilih melanjutkan pendakian

Kudus, Shabda.id- Seorang pendaki asal Kabupaten Rembang, Ahmad Alif Lutfian Fahmi (32), meninggal dunia saat melakukan pendakian di jalur Puncak 29 Gunung Muria, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Senin 07 September 2026 malam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, di samping Petilasan Eyang Pandu, Pos 5 jalur pendakian Puncak 29.

Kapolsek Gebog AKP Siswanto mengatakan, korban merupakan warga Desa Sridadi, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang. Saat kejadian, korban mendaki bersama lima orang lainnya.

Sebelum kejadian, korban bersama dua rekannya yang tergabung dalam Tim Vertical Rescue Indonesia (VRI) Rembang bertemu dengan tiga pecinta alam lainnya untuk melakukan pendakian menuju Puncak 29.

Rombongan berangkat dari Rembang sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka tiba di basecamp sekitar pukul 17.30 WIB dan sempat membeli kopi sebelum melanjutkan perjalanan.

Sekitar pukul 17.50 WIB, keenam pendaki mulai berjalan menuju Puncak 29.

Saat tiba di Pos 4, korban sempat mengeluhkan kondisi dadanya yang terasa sesak. Namun, korban tetap memilih melanjutkan pendakian.

Dalam perjalanan dari Pos 4 menuju Pos 5, korban juga sempat berhenti untuk buang air besar dan ditunggui salah seorang rekannya. Setelah itu, rombongan kembali melanjutkan perjalanan dalam kondisi gelap.

Sesampainya di Petilasan Eyang Pandu atau Pos 5, korban sempat duduk bersama rombongan. Sekitar lima menit kemudian, rombongan kembali melanjutkan perjalanan.

Namun, saat berada di samping petilasan, kondisi korban tiba-tiba lemas hingga terjatuh.

Dua orang rekan korban kemudian turun menuju basecamp untuk mencari bantuan. Setelah berjalan sambil berlari selama sekitar 30 menit, keduanya tiba di basecamp dan meminta pertolongan warga.

Warga dan relawan selanjutnya menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Korban kemudian diturunkan dari Pos 5 menggunakan sepeda motor dan selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus untuk menjalani pemeriksaan.

Mendapat laporan tersebut, petugas piket SPKT dan Reskrim Polsek Gebog yang dipimpin Kapolsek Gebog segera mendatangi RSUD dr. Loekmono Hadi.

Tim Inafis Polres Kudus juga turut melakukan pemeriksaan terhadap korban.

Berdasarkan pemeriksaan dokter UPT Puskesmas Gondosari dan Tim Inafis Polres Kudus, tidak ditemukan adanya luka pada tubuh korban. Petugas hanya menemukan lebam mayat.

Korban diduga meninggal dunia akibat kelelahan dan hipotermia selama perjalanan pendakian.

Pihak keluarga korban yang diwakili ibu kandung korban telah menerima kejadian tersebut dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait