SHABDA
Cari berita…
Pendidikan

Kenakalan Remaja Mengintai, KKN 155 Edukasi Siswa MTs Nurul Islam

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Kenakalan Remaja Mengintai, KKN 155 Edukasi Siswa MTs Nurul Islam
Mahasiswa KKN UIN kelompok 155 (Foto: Shabda.id)

Kenakalan remaja dijelaskan sebagai perilaku menyimpang yang bertentangan dengan norma hukum, agama, maupun sosial

Pati, Shabda.id- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kudus Kelompok 155 memberikan edukasi tentang kenakalan remaja kepada siswa MTs Nurul Islam, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Senin 10 Agustus 2026.

Edukasi tersebut membahas berbagai hal yang berkaitan dengan kenakalan remaja, mulai dari pengertian, faktor penyebab, bentuk, dampak, hingga cara mencegahnya. Kegiatan ini diberikan agar siswa lebih memahami perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Dalam materi yang disampaikan, kenakalan remaja dijelaskan sebagai perilaku menyimpang yang bertentangan dengan norma hukum, agama, maupun sosial. Kondisi tersebut dapat terjadi pada masa remaja yang sedang berada dalam fase mencari jati diri dan belajar menentukan sikap.

Mahasiswa KKN Kelompok 155 kemudian menjelaskan sejumlah faktor yang dapat memicu kenakalan remaja. Faktor dari dalam diri meliputi krisis identitas, emosi yang tidak stabil, lemahnya kontrol diri, rasa ingin tahu, serta kurangnya pemahaman nilai agama dan moral.

Sementara dari luar dapat dipengaruhi pergaulan, tekanan teman sebaya, lingkungan, perhatian orang tua, hingga penggunaan media sosial tanpa batasan.

Siswa juga diajak mengenali bentuk kenakalan remaja yang dapat ditemui di lingkungan sekitar. Beberapa contohnya seperti balap liar, tawuran atau perkelahian, sikap melawan dan tidak sopan kepada orang tua maupun guru, serta bolos dan melanggar aturan sekolah.

Tidak hanya membahas bentuknya, mahasiswa KKN turut menjelaskan dampak yang dapat ditimbulkan. Kenakalan remaja dapat mengganggu pendidikan dan masa depan, menimbulkan persoalan hukum, memengaruhi hubungan dalam keluarga, serta mengganggu ketertiban dan rasa aman di masyarakat.

Untuk mencegah hal tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi terbuka dengan keluarga, pengawasan dari orang tua dan guru, penguatan nilai agama dan moral, serta memilih lingkungan pergaulan yang positif. Pendampingan atau konseling juga dapat dilakukan apabila remaja membutuhkan bantuan dalam menghadapi masalah.

Pembahasan juga dikaitkan dengan penggunaan media sosial yang saat ini dekat dengan kehidupan remaja. Mahasiswa KKN mengingatkan siswa untuk menyaring informasi sebelum membagikannya, berpikir sebelum mengunggah sesuatu, memeriksa kebenaran informasi, menjaga etika saat berkomentar, serta menggunakan media sosial untuk belajar dan berkarya.

Para siswa MTs Nurul Islam menerima materi yang disampaikan dengan baik. Mereka mengikuti edukasi mengenai kenakalan remaja dan memahami pentingnya mengenali dampak serta melakukan pencegahan agar tidak terjerumus pada perilaku yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait