Kudus, Shabda.id -- Anggota Komisi X DPR RI Fraksi NasDem, Lestari Moerdijat menegaskan, implementasi digitalisasi pendidikan di daerah harus diimbangi dengan penguatan literasi digital, pendampingan guru, serta peran aktif orang tua.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Workshop Pendidikan bertajuk "Implementasi Digitalisasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Proses Belajar Mengajar" yang diikuti oleh puluhan tenaga pendidik di Kabupaten Kudus pada Senin (19/10/2026).
Menurut anggota legislatif yang akrab disapa Rerie ini, guru memiliki peran strategis dalam mengarahkan siswa memanfaatkan teknologi secara bijak.
Ia menilai, indikator kualitas pendidikan saat ini tidak lagi terbatas pada kemampuan literasi dan numerasi dasar, melainkan juga penguasaan sains dan teknologi digital.
"Bagaimana mungkin kita yang berada di depan dan bertugas memberikan arahan kepada anak-anak tidak memahami cara memanfaatkan teknologi untuk kepentingan pendidikan," tegas Lestari Moerdijat.
Wakil Ketua MPR RI tersebut menerangkan, anak-anak masa kini tumbuh sebagai digital native, yakni seseorang yang tumbuh besar di era digital dan sudah terbiasa berinteraksi dengan teknologi.
Baca Juga:
Kehadiran teknologi di satu sisi membuka peluang besar untuk mengasah kreativitas dan pengetahuan, namun di sisi lain berisiko memicu kecanduan serta gangguan psikologis jika tanpa pendampingan yang tepat.
Oleh karena itu, penguatan literasi digital dianggap tidak hanya penting bagi peserta didik, tetapi juga bagi para pendidik dan orang tua.
"Anak-anak harus bisa menggunakan teknologi sebagai alat untuk mengasah kemampuan dan mematangkan diri, bukan justru menjadi sesuatu yang merugikan mereka," ungkapnya.
Selain kesiapan SDM, Rerie juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengimplementasikan digitalisasi dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, program digitalisasi yang didukung anggaran besar dari pemerintah pusat, harus ditindaklanjuti dengan kebijakan daerah serta kesiapan sarana prasarana yang memadai.
"Program yang sudah disiapkan pemerintah dengan anggaran besar harus benar-benar bisa diterapkan dan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan," ujarnya.
Ia berharap melalui workshop ini, para tenaga pendidik di Kabupaten Kudus dapat semakin mahir mengintegrasikan teknologi ke dalam proses KBM sekaligus membimbing siswa agar bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi.