Kudus, Shabda.id- Alih-alih berbuat anarkis, seratusan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kudus memilih jalan seni untuk mengkritik pemerintah. Mereka menggelar aksi demonstrasi damai di halaman Pendapa Kabupaten Kudus pada Senin 22 Juni 2026.
Aksi unik ini diwarnai dengan penampilan teatrikal yang menyindir sosok pemimpin sewenang-wenang, dilanjutkan dengan pembacaan puisi bernada kritik sosial, yaitu "Petani Bojongsari" karya Peri Sandi dan "Sebatang Lisong" karya WS Rendra.
"Ketika kritik sudah dibungkam, seni dan sastra yang harus berbicara. Kami ingin menyampaikan hak-hak rakyat dengan nuansa berbeda, tanpa harus anarkis," ujar Luluk Evirina, Ketua Teater Gerak.
Ketua PC PMII Kudus, Medan Wijaya, menjelaskan bahwa aksi ini menyoroti berbagai Program Strategis Nasional (PSN) yang dinilai masih carut-marut. Ada 4 poin tuntutan utama yang mereka bawa, Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Mahasiswa menuntut transparansi tata kelola, mulai dari variasi menu (bank menu), standardisasi dapur yang berizin (SLHS, sertifikasi halal, HACCP), hingga pemasangan CCTV di area dapur demi keamanan anak-anak," ujarnya.
Selain MBG, mahasiswa juga menyoroti Koperasi Desa Merah Putih. "Mendesak PT Agrinas untuk membuat studi kelayakan bisnis yang jelas, agar lini bisnis di tiap desa sesuai dengan potensi ekonomi lokal," terang.
Mengawal implementasi Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 terkait kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat, serta mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset.
Baca Juga:
"Meminta Pemerintah Kabupaten Kudus untuk meneruskan aspirasi ini langsung ke pemerintah pusat," tegasnya.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris, Wakil Bupati Bellinda Birton, beserta jajaran Forkopimda, menyambut positif aksi damai ini karena dinilai tidak hanya membawa protes, tetapi juga solusi.
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, berjanji akan segera merapatkan tuntutan ini bersama Forkopimda dan meneruskannya ke pemerintah pusat, khususnya ke Badan Gizi Nasional (BGN) dan PT Agrinas.
"Semoga ada respons baik agar program strategis ini bisa berjalan tepat sasaran," ujarnya.
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton menambahkan bahwa aspirasi ini akan menjadi bahan evaluasi penting.
"Kami sudah berkali-kali bertemu BGN. Aspirasi teman-teman akan langsung kami salurkan agar program ke depan berjalan lebih baik," pungkas Bellinda.
Aksi yang berjalan tertib ini ditutup dengan selawat dan doa bersama untuk keamanan negara.