Demak, Shabda.id -- Aktivitas memancing berujung musibah menimpa dua orang warga di pintu air Bendung Karet Sungai Kalijajar, Desa Jatirogo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak.
Hingga Selasa (9/6/2026) sore, satu korban asal Demak ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya asal Kabupaten Kudus masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Peristiwa nahas tersebut menimpa Noor Muchamad Muchlisin (54) warga Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, serta Budi Santoso (46) warga Dukuh Betokan Krajan, Kabupaten Demak.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) untuk membantu proses pencarian setelah menerima laporan adanya warga Kudus yang menjadi korban.
"Begitu menerima informasi adanya warga Pasuruhan Lor, Kudus, yang hilang tenggelam di Kalijajar Demak, kami langsung memberangkatkan 7 personel beserta peralatan armada pendukung, termasuk 1 perahu karet dan mobil siaga untuk menyokong penuh proses pencarian di lokasi kejadian," terang Eko Hari Djatmiko, Selasa (9/6/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, insiden tragis tersebut bermula pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, kedua korban sedang memancing di tengah pintu air bendung karet Kalijajar. Ketika genset pompa bendungan berhenti beroperasi, korban Budi hendak berjalan menuju ke tepi tanggul.
Nahas, ia mendadak terpeleset dan tercebur ke sisi barat bendungan lalu tenggelam. Melihat rekannya jatuh ke dalam air, korban Nur M spontan berusaha memberikan pertolongan. Namun, ia justru ikut terpeleset dan terseret derasnya aliran sungai.
Baca Juga:
Saksi mata yang berada di lokasi segera melaporkan kejadian tersebut. Tim BPBD Demak bersama relawan sempat melakukan pencarian malam itu hingga pukul 22.00 WIB, namun kondisi yang gelap membuat operasi dihentikan dan dilanjutkan keesokan harinya.
Memasuki hari kedua pencarian pada Selasa (9/6/2026) sejak pukul 07.00 WIB, tim gabungan memperluas radius penyisiran. Tim SAR menggunakan metode water blender (membuat gelombang air dengan mesin perahu), jangkar, serta penyisiran darat di sepanjang tanggul sejauh kurang lebih 1 kilometer.
Di lokasi kejadian, petugas juga mengamankan barang bukti berupa tas pancing beserta peralatan milik korban, serta senter kepala milik Budi.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada siang hari. Pukul 13.20 WIB, korban atas nama Budi Santoso berhasil ditemukan mengapung di tengah sungai, berjarak sekitar 200 meter dari titik awal lokasi kejadian.
"Satu korban atas nama Bapak Budi ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke RSUD Sunan Kalijaga Demak. Setelah itu, tim gabungan kembali melanjutkan penyisiran menyusuri sungai hingga ke bibir pantai," jelas Eko.
Kendati demikian, hingga batas waktu pencarian hari ini berakhir, keberadaan korban asal Kudus, Noor Muchamad Muchlisin, belum juga ditemukan.
Kalak BPBD Kudus menambahkan, berdasarkan hasil apel evaluasi bersama tim gabungan sore tadi, operasi pencarian akan dibuka kembali pada Rabu (10/6/2026) esok pagi.
"Giat operasi SAR akan kami maksimalkan kembali besok rabu mulai pukul 07.30 WIB untuk mencari keberadaan korban atas nama Bapak Noor Muhammad Muchlisin. Kami berharap cuaca dan arus sungai bersahabat sehingga korban bisa segera ditemukan," pungkas Eko.