SHABDA
Cari berita…
Daerah

Mencekam, Geng Remaja Bawa Sajam Geruduk Perumahan di Bae Viral

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Mencekam, Geng Remaja Bawa Sajam Geruduk Perumahan di Bae Viral
Capture dari CCTV remaja bersenjata tajam (Foto: Foto Istimewa)

Kudus, Shabda.id - Belum selesai kasus pembacokan di Jl Bareng Colo, Desa Rejosari pada Jum'at 08 Mei 2026 dengan korban dua siswa SMKN 2 Kudus.

Kini, ketenangan warga Kabupaten Kudus kembali terusik. Sebuah video amatir yang memperlihatkan gerombolan remaja membawa senjata tajam (sajam) saat menyerbu kawasan perumahan viral di media sosial.

Aksi nekat ini memicu keresahan luar biasa. ​Dalam video yang beredar luas, tampak sekelompok remaja berboncengan motor sambil menenteng celurit panjang.

Mereka mendatangi gerbang Perumahan Salam Residence di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, pada Ahad 10 Mei 2026 dini hari. ​Suasana pun berubah mencekam saat aksi saling kejar antar kelompok pecah di depan gerbang perumahan disertai teriakan provokasi.

Meski tidak ada bentrokan fisik yang terekam jelas, kehadiran sajam tersebut sudah cukup membuat bulu kuduk warga berdiri.

​Salah satu warga Salam Residence, Yuris, menceritakan saat kejadian itu dirinya bersama petugas keamanan yang berjaga langsung sigap menghadang dan menghalau gangster agar tidak merangsek masuk ke perumahan.

"Saya di tlp penjaga keamanam ada warga yang dikejar gangster hingga masuk ke perumahan. Dan benar tampak sekelompok remaja bawa sajam panjang," kata Yuris pada media ini, Senin 11 Mei 2026.


​Meski sempat terjadi ketegangan antara petugas dan gerombolan remaja tersebut, situasi akhirnya berhasil dikendalikan.

"Setelah kondusif, saya melaporkan peristiwa ini ke Polsek Bae," terangnya.

​Maraknya aksi premanisme remaja ini menjadi rapor merah bagi keamanan di Kudus. Menanggapi viralnya video tersebut, Wakapolres Kudus Kompol Rendi Johan Prasetyo, menegaskan bahwa pihaknya sudah turun tangan.

​"Akan kami tindak lanjuti," tegasnya singkat saat dikonfirmasi.

​Terkait dugaan keterkaitan aksi ini dengan kasus pembacokan yang terjadi beberapa hari sebelumnya, Kompol Rendi menyatakan bahwa penyelidikan masih terus didalami.

​"Masih dalam proses, kami mohon waktu untuk menuntaskannya," pungkasnya.

​Warga diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib guna mencegah aksi tawuran susulan.

Tag Terkait #Hukum

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait