Pati, Shabda.id- Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tidak hanya dikenal dengan potensi agrarisnya yang melimpah, tetapi juga menyimpan kisah sejarah legendaris yang melatarbelakangi penamaannya.
Berdasarkan informasi resmi dari situs patikab.go.id, asal-usul wilayah ini terekam dalam naskah kuno Babad Pati.
Kisah bermula dari Kadipaten Paranggaruda yang merencanakan pernikahan antara putra mereka, Manik Jasari, dengan seorang wanita cantik bernama Ruyung Wulan. Namun, pernikahan perjodohan tersebut diliputi rasa duka bagi Ruyung Wulan karena ia dipaksa menikah dengan orang yang tidak dicintainya.
Untuk mengobati rasa sedihnya, Ruyung Wulan meminta diadakan pertunjukkan wayang kulit yang dibawakan oleh dalang Ki Soponyono.
Ia bahkan meminta agar lakon yang dibawakan mengisahkan cerita cinta sedih yang serupa dengan nasibnya, agar orang-orang memahami perasaan gundah yang tengah ia alami.
Di tengah pertunjukkan, Ruyung Wulan yang merasa semakin tidak nyaman akhirnya nekat melarikan diri bersama Ki Soponyono menuju Dukuh Bantengan. pelarian ini memicu pengejaran oleh Adipati Paranggaruda. Di tempat tersebut, Ki Soponyono sempat ditangkap dan dituduh sebagai pencuri oleh Panewu Sukmoyono.
Meski demikian, Panewu Sukmoyono kemudian justru melindungi mereka dari kejaran Adipati Paranggaruda hingga akhirnya gugur dalam pertempuran yang pecah di wilayah tersebut.
Baca Juga:
Konflik tersebut berakhir setelah Kadipaten Paranggaruda berhasil dikalahkan berkat bantuan Raden Kembangjoyo. Setelah kemenangan itu, Raden Kembangjoyo bersama Ki Soponyono melanjutkan perjalanan menuju Hutan Kemiri untuk membuka akses jalan melalui pembabatan hutan.
Di tengah proses pembabatan hutan, Raden Kembangjoyo bertemu dengan seorang penjual minuman dawet bernama Ki Saloga. Mengingat cita rasa dawet yang manis dan menyegarkan—yang terbuat dari bahan pati aren, gula aren, serta santan kelapa—Raden Kembangjoyo terinspirasi untuk menamai wilayah hutan yang sedang dibuka tersebut.
Dari momen itulah lahir nama Kadipaten Pati Pesantenan, yang kini kita kenal sebagai Kabupaten Pati.
Selain kisah sejarahnya yang unik, Kabupaten Pati saat ini berkembang menjadi salah satu daerah penting di Jawa Tengah.
Kabupaten Pati memiliki luas wilayah sekitar 150.368 hektar yang terbagi dalam 21 kecamatan, di mana masing-masing kecamatan memiliki potensi ekonomi yang unggul.
Bumi Mina Tani Julukan ini melekat pada Kabupaten Pati karena hampir 70% wilayahnya merupakan lahan persawahan, menjadikan sektor pertanian sebagai penopang utama mata pencaharian sebagian besar penduduknya.
Kombinasi antara warisan legenda Babad Pati serta kekayaan alamnya menjadikan Kabupaten Pati sebagai wilayah yang kaya akan nilai sejarah sekaligus berpotensi ekonomi tinggi.