Kudus, Shabda.id- Sebanyak 11 gunungan menjadi daya tarik utama dalam Kirab Budaya Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Syech Amir Ibrahim Al Iraqi di Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Ahad 23 Agustus 2026.
Ribuan warga tampak antusias mengikuti sekaligus menyaksikan kirab yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dari kawasan Pasar Piji menuju Makam Syech Amir Ibrahim di Piji Tengah.
Gunungan yang dibawa dalam rombongan kirab kemudian menjadi rebutan warga setelah tiba di area makam. Tradisi tersebut menjadi salah satu momen yang paling dinantikan masyarakat karena diyakini membawa keberkahan.
Kirab berlangsung semarak dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perwakilan musala, pemerintah desa, hingga lembaga pendidikan seperti SD, MI, dan MTs.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Yayasan yang memangku Makam Syech Amir Ibrahim, KH Zamroni Arif, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus mengenang Haul Syech Amir Ibrahim Al Iraqi.
“Setiap tahun kami menggelar kegiatan untuk mengenang Syech Amir Ibrahim Al Iraqi yang merupakan muasis atau tokoh pendiri Desa Piji. Pelaksanaannya juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata KH Zamroni.
Ia menjelaskan, sebanyak 11 gunungan dibawa oleh perwakilan musala dalam kirab tahun ini. Selain itu, sejumlah gunungan lain juga disiapkan oleh masyarakat dan peserta kirab.
Antusiasme warga sudah terlihat sejak rombongan meninggalkan titik pemberangkatan. Sepanjang perjalanan menuju makam, peserta kirab berjalan membawa gunungan dengan berbagai bentuk dan kreasi.
Baca Juga:
Sesampainya di area makam, gunungan tersebut langsung diperebutkan masyarakat. Suasana pun semakin meriah ketika warga berusaha mendapatkan bagian dari gunungan yang telah diarak tersebut.
“Kirab ini sudah memasuki pelaksanaan yang ketiga kalinya. Kalau untuk kegiatan Maulid Nabi dan haul secara keseluruhan, sudah berlangsung selama bertahun-tahun,” ungkapnya.
Menurut KH Zamroni, kirab tahun ini diikuti sekitar 17 kontingen. Peserta berasal dari 11 perwakilan musala, masyarakat umum, unsur pemerintah desa, serta lembaga pendidikan.
Jumlah peserta yang terlibat cukup besar. Dari masing-masing musala rata-rata terdapat sekitar 30 orang. Sementara peserta dari MTs sekitar 160 orang, MI 60 orang, SD 70 orang, dan masyarakat umum mencapai sekitar 240 orang.
Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, KH Zamroni berharap tradisi tersebut dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya dan keagamaan Desa Piji.
“Semoga kegiatan yang kami laksanakan ini mendapatkan keberkahan dari Syech Amir Ibrahim Al Iraqi dan kita juga memperoleh syafaat dari Rasulullah Muhammad SAW,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Piji mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kirab tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan dan budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan antarwarga.
“Harapannya kegiatan ini semakin menumbuhkan semangat kebersamaan dan kerukunan warga. Tradisi seperti ini semoga dapat terus dipertahankan dan dilaksanakan setiap tahun,” ujarnya.
Berbagai kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat Desa Piji untuk mengenang jasa Syech Amir Ibrahim Al Iraqi, memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, serta menjaga tradisi keagamaan dan budaya agar tetap hidup di tengah generasi muda.