SHABDA
Cari berita…
Nasional

Musthofa Ajak Pelajar dan Guru SMK 2 Kudus Bangun Karakter Pemimpin Berbasis Pancasila

TIA
TIA
Musthofa Ajak Pelajar dan Guru SMK 2 Kudus Bangun Karakter Pemimpin Berbasis Pancasila
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI oleh anggota MPR RI, Musthofa, di Aula SMK Negeri 2 Kudus pada Sabtu (3/10/2026). (Foto: Istimewa.)

Anggota MPR RI, Musthofa, menekankan pentingnya membangun ideologi Pancasila sebagai landasan utama untuk mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas dan bertangung jawab.

Kudus, Shabda.id -- Anggota MPR RI, Musthofa, menekankan pentingnya membangun ideologi Pancasila sebagai landasan utama untuk mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas dan bertangung jawab.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan "Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI" yang berlangsung di Aula SMK Negeri 2 Kudus pada Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 150 peserta dari unsur guru dan siswa SMK Negeri 2 Kudus ini berlangsung secara interaktif.

Dalam pemaparannya, Musthofa menegaskan bahwa menjadi seorang pemimpin yang baik tidak hanya diukur dari kemampuan teknis memimpin saja, tetapi juga membutuhkan landasan moral dan nilai ideologi yang kuat.

"Bagi bangsa Indonesia, Pancasila merupakan pedoman utama dalam membangun karakter pemimpin yang berintegritas, adil, bertanggung jawab, dan mengutamakan kepentingan masyarakat," ujar Musthofa di hadapan para peserta.

Musthofa menambahkan, pemimpin yang berlandaskan Pancasila harus menghargai perbedaan, mengutamakan musyawarah, menjunjung persatuan, serta berjuang demi keadilan dan kesejahteraan rakyat.

Menurutnya, membangun ideologi pada hakikatnya adalah membangun karakter, dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri lewat sikap disiplin, jujur, dan berintegritas.

Lebih lanjut, saat merespons salah satu pertanyaan siswa mengenai penanganan perundungan (bullying) di sekolah, Musthofa menegaskan perlunya langkah cepat dan perlindungan nyata bagi korban.

"Jika terjadi bullying, hal paling utama adalah memastikan korban aman. Siswa harus berani melapor kepada guru, wali kelas, guru BK, atau orang tua," kata Musthofa.

"Melapor itu bukan mengadu, melainkan mencari perlindungan. Teman-teman juga harus berperan dengan tidak ikut mengejek, tidak menyebarkan video perundungan, dan menolak perilaku tersebut," jelasnya.

Sementara itu, menanggapi pertanyaan tentang pentingnya menjaga Empat Pilar bagi generasi muda, Musthofa mengingatkan bahwa anak muda adalah penjaga masa depan bangsa.

Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, generasi muda dituntut mampu menyaring informasi, menolak intoleransi, dan menggunakan media sosial secara bijak.

Adapun terkait kekhawatiran siswa mengenai peluang kerja lulusan SMK, Musthofa menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat sinergi antara SMK dan dunia usaha/dunia industri.

Langkah nyata yang dilakukan meliputi penyediaan pelatihan, sertifikasi kompetensi, pelaksanaan job fair, hingga kemudahan akses informasi lowongan kerja.

"Lulusan SMK disiapkan agar tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan yang nyata. Oleh karena itu, para pelajar diimbau untuk terus berprestasi di atas rata-rata agar dapat bersaing di sekolah kedinasan maupun perusahaan penyerap tenaga kerja," tutup Musthofa.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait