Pati, Shabda.id- Tim SAR gabungan kembali mencari Haryanto (46), nelayan asal Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, yang hilang setelah kecelakaan laut di perairan Pecangaan, Kecamatan Batangan.
Memasuki hari ketiga pencarian, Jum'at 18 September 2026, Haryanto belum ditemukan. Penyisiran dilakukan Satpolairud Polresta Pati bersama Basarnas Rembang dan masyarakat nelayan.
Area pencarian diperluas mulai dari muara Juwana hingga perairan Juwana-Kertomulyo, Kecamatan Trangkil, serta Margotuwu, Kecamatan Tayu.
Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan mengatakan, perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan analisis arah arus laut dan kondisi perairan.
“Pencarian terhadap korban masih terus kami lakukan bersama Basarnas Rembang dan masyarakat nelayan. Penyisiran kami perluas berdasarkan analisis arah arus dan kondisi perairan,” kata Hendrik.
Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Rabu (16/09) sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, Haryanto dan Moin (60) bersama sejumlah nelayan lainnya berangkat melaut menuju perairan Pecangaan untuk menangkap ikan jenis dero.
Saat menebarkan jaring, kaki Moin tersangkut hingga membuatnya terjatuh ke laut. Haryanto kemudian berusaha menolong Moin. Namun, keduanya justru terbawa arus dan tenggelam.
Moin kemudian ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Sementara Haryanto hingga hari ketiga pencarian belum ditemukan.
Tim SAR selanjutnya melakukan penyisiran dengan memperhitungkan dugaan arah hanyut korban, yakni dari timur menuju barat.
Baca Juga:
“Kami terus berkoordinasi dengan Basarnas, instansi terkait serta para nelayan untuk mendapatkan informasi dan memperluas area pencarian. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” ujar Hendrik.
Namun, pencarian pada Jum'at sore harus dihentikan sementara. Kondisi angin kencang dan gelombang tinggi membuat tim mengutamakan keselamatan personel.
“Apabila kondisi cuaca dan gelombang membahayakan, pencarian harus dihentikan sementara dan akan dilanjutkan ketika kondisi memungkinkan,” jelasnya.
Pencarian terhadap Haryanto dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Sabtu (19/09) pagi Ini.
Tim akan kembali menyisir sejumlah wilayah perairan yang diperkirakan menjadi jalur terbawanya korban.
Hendrik juga mengimbau para nelayan agar memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut serta mempersiapkan perlengkapan keselamatan.
“Kami mengimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan saat melaut,” ungkapnya.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dalam keadaan darurat dapat menghubungi Call Center Polri 110.
“Jika masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian atau mengetahui adanya kejadian yang membutuhkan penanganan segera, silakan menghubungi Call Center Polri 110,” pungkas Hendrik.