Pati, Shabda.id- Sebanyak tujuh pengemudi ojek online (ojol) asal Jakarta mendatangi kediaman Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, di Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Senin 31 Agustus 2026 malam.
Kedatangan para driver ojol tersebut bukan hanya untuk bersilaturahmi. Mereka juga menyampaikan klarifikasi terkait sejumlah isu yang berkembang setelah rangkaian aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Salah satu driver ojol, Roni, mengatakan kedatangan mereka sekaligus sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat Pati dan AMPB yang dinilai telah ikut menyuarakan tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset.
“Kami silaturahmi kepada warga Pati, mau mengklarifikasi terkait kejadian yang sempat membuat heboh. Ada ibu-ibu yang mengatakan warga Pati tidak ada empati kepada Jakarta dan pihak Pati tidak usah datang lagi ke Jakarta,” kata Roni kepada wartawan.
Roni menyebut dirinya datang bersama enam driver ojol lainnya. Menurutnya, para pengemudi tersebut sebelumnya turut membantu dan menyambut rombongan AMPB selama berada di Jakarta.
Ia kemudian menceritakan kondisi di sekitar Gedung DPR RI setelah perwakilan AMPB meninggalkan lokasi usai melakukan audiensi.
Baca Juga:
Berdasarkan informasi yang diterimanya dari sesama driver ojol di lapangan, sejumlah kelompok masyarakat kemudian berdatangan ke kawasan Gedung DPR RI setelah massa AMPB meninggalkan lokasi.
“Driver-driver itu saling menyebarkan informasi satu sama lain yang terjadi di lapangan. Kalau kami sendiri yang klarifikasi itu masih bingung juga, karena ada ormas dan siswa STM, serta masyarakat sipil yang selesai bekerja,” ujarnya.
Roni mengatakan kondisi di lapangan saat itu sulit dipetakan karena sejumlah kelompok disebut mengenakan pakaian berwarna hitam.
“Isu yang berkembang masih simpang siur, seragamnya sama warna hitam semua. Mahasiswa bingung apa yang mereka tuntut, datang setelah AMPB,” katanya.
Roni menduga ada pihak tertentu yang berupaya memanfaatkan situasi setelah massa AMPB meninggalkan lokasi aksi. Namun, ia mengakui dugaan tersebut masih berdasarkan informasi yang beredar di lapangan dan belum dapat dipastikan.
“Kami di situ melindungi logistik yang ada di sekitar DPR,” pungkasnya.