SHABDA
Cari berita…
Ekonomi

Panen Perdana Ikan Nila KDMP Undaan Lor Mencapai 300 Kg

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Panen Perdana Ikan Nila KDMP Undaan Lor Mencapai 300 Kg
Satu dari 24 kolam ikan tematik KDMP Desa Undaan Lor (Foto: Shabda.id)

Bdidaya ikan tematik itu merupakan bantuan pemerintah pusat melalui anggaran perubahan tahun 2025

Kudus, Shabda.id - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus pada Jum'at 22 Mei 2025 panen perdana ikan nila mencapai sekitar 300 kilogram.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetiyo mengatakan, program budidaya ikan tematik itu merupakan bantuan pemerintah pusat melalui anggaran perubahan tahun 2025.

Selain KDMP Undaan Lor, bantuan budidaya ikan tematik tahun 2025 diterima KDMP Desa Karangrowo.

“Setiap lokasi mendapatkan bantuan 24 kolam dengan diameter empat meter. Hasil budidaya di Undaan Lor ini sangat baik dan ikan yang dipanen kualitasnya bagus,” ujarnya.

“Harapannya masyarakat semakin gemar makan ikan karena protein tidak hanya berasal dari daging, tetapi juga dari ikan,” harapnya.

Sementara itu, Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie menyebut keberhasilan panen perdana tersebut menjadi langkah awal yang positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Menurutnya, budidaya ikan dengan teknologi kolam terpal seperti di Undaan Lor menjadi yang pertama di Kabupaten Kudus dan berpotensi menjadi percontohan bagi desa lainnya.

“Pemerintah benar-benar serius menghadirkan program yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa. Ke depan ini juga bisa bersinergi dengan program makan bergizi gratis,” terangnya.

Ia berharap keberadaan budidaya ikan tersebut tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

Ketua KDMP Undaan Lor, Rif’an Hamim mengungkapkan, panen perdana itu sekaligus membuktikan bahwa budidaya ikan nila menggunakan kolam terpal mampu menghasilkan ikan berkualitas.

“Selama ini ada anggapan ikan nila di kolam terpal tidak bisa tumbuh besar. Sekarang kami buktikan bahwa dalam usia sekitar empat hingga empat setengah bulan, ukuran ikan sudah layak jual,” ungkapnya.

Ia menyebut rata-rata ukuran ikan mencapai sekitar empat ons per ekor dengan variasi satu kilogram berisi tiga hingga empat ekor ikan.

Menurut Rif’an, hasil budidaya tersebut siap dipasarkan ke sejumlah rumah makan dan restoran yang ada di wilayah Undaan Lor.

“Pangsa pasarnya masih sangat luas. Di Undaan Lor sendiri ada beberapa resto yang siap bekerja sama,” katanya.

Saat ini, KDMP Undaan Lor memiliki 24 kolam budidaya dengan kapasitas sekitar 700 ekor ikan per kolam atau total sekitar 16 ribu ekor ikan.

Selain menyasar pasar umum, pihaknya juga mulai menjalin komunikasi untuk memasok kebutuhan program makan bergizi gratis atau SPPG di Kecamatan Undaan.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait