Pati, Shabda.id- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati menggelar pelatihan pencabutan duri bandeng dalam rangka memeriahkan Pekan Pati Kreatif.
Kegiatan ini diikuti pelajar SMK, pelaku UMKM, ibu rumah tangga hingga perwakilan instansi pemerintah sebagai upaya meningkatkan keterampilan mengolah hasil perikanan unggulan Kabupaten Pati.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Hadi Santoso, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Pekan Pati Kreatif yang bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Kegiatan ini untuk mengisi Pekan Pati Kreatif. Sebenarnya yang mengikuti dari Kementerian Kelautan, sedangkan kami mengisi kegiatan pelatihannya," ujar Hadi, Senin 04 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, terdapat dua jenis pelatihan yang diberikan. Pada hari sebelumnya peserta mendapatkan pelatihan teknik pengasapan ikan menggunakan alat Taikan, sedangkan pada hari kedua peserta dibekali keterampilan mencabut duri ikan bandeng.
"Kemarin pelatihan pengasapan menggunakan peralatan bernama Taikan. Hari ini pelatihan mencabut duri bandeng karena Pati terkenal dengan bandengnya, dan bandeng tanpa duri dari Pati juga sudah dikenal masyarakat," jelasnya.
Menurut Hadi, antusiasme peserta cukup tinggi. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SMK Jawa Tengah, SMK Kesuma, perwakilan Pemerintah Daerah, ibu rumah tangga, hingga para pelaku usaha pengolahan hasil perikanan.
Ia menuturkan, Kabupaten Pati memiliki potensi produksi bandeng yang melimpah, mencapai sekitar 40 ton. Hasil produksi tersebut dipasarkan dalam bentuk ikan segar maupun produk olahan bernilai tambah, seperti bandeng tanpa duri.
Baca Juga:
"Produksi bandeng kita melimpah sekitar 40 ton. Ada yang dipasarkan sebagai ikan segar, ada juga yang diolah menjadi bandeng tanpa duri. Bahkan limbahnya juga dimanfaatkan menjadi kerupuk duri bandeng yang pemasarannya sudah cukup luas," katanya.
Produk olahan bandeng asal Kabupaten Pati, lanjut Hadi, kini telah dipasarkan ke berbagai daerah di Jawa Tengah dan menjadi salah satu komoditas unggulan sektor perikanan.
Melalui pelatihan tersebut, DKP berharap peserta tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga mampu mengembangkan usaha berbasis olahan ikan di masa mendatang.
"Kami berharap pelatihan ini bermanfaat. Bagi anak-anak sekolah bisa menjadi pengalaman yang berharga, bahkan ke depan dapat membuka peluang usaha dari olahan ikan bandeng," ujarnya.
Salah seorang peserta, Masrifa, pelaku UMKM asal Kecamatan Trangkil, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menambah wawasan mengenai teknik pengolahan ikan yang lebih baik.
"Pelatihan ini dalam rangka HUT Kabupaten Pati dan HUT Kemerdekaan RI. Saya sebagai pelaku UMKM olahan ikan sangat antusias mengikuti kegiatan ini," katanya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam usahanya sehingga mampu meningkatkan kualitas produk olahan bandeng yang dipasarkan.
"Kami ingin menambah ilmu baru bagaimana cara mengolah ikan yang baik. Tadi kami diajari teknik mencabut duri bandeng," pungkasnya.