Kudus, Shabda.id -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus kembali melanjutkan proyek pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Rahtawu di Kecamatan Gebog dengan Desa Ternadi di Kecamatan Dawe.
Proyek strategis yang dikerjakan melalui program Karya Bakti ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2030 demi membuka konektivitas baru di kawasan lereng Gunung Muria.
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris mengungkapkan, pembangunan jalan Rahtawu-Ternadi menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah.
Kehadiran jalur interkoneksi ini diyakini mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan, khususnya pada sektor pariwisata yang sedang berkembang di kawasan Muria.
"Tahun ini kita juga melanjutkan jalan Rahtawu-Ternadi. Bersama Karya Bakti TNI dan Dinas PUPR akan melanjutkan lagi jalannya. Ini untuk membuka akses masyarakat," ujar Sam'ani saat memberikan keterangan pada Kamis (16/7/2026).
Untuk tahun ini, Pemkab Kudus kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta demi menjaga keberlanjutan proyek tersebut.
Baca Juga:
Langkah percepatan pun sudah disiapkan untuk periode berikutnya, di mana pemerintah berencana mendongkrak alokasi anggaran hingga dua kali lipat menjadi Rp 1 miliar pada tahun 2027 mendatang agar progres fisik di lapangan bisa berjalan lebih cepat.
Lebih lanjut, Sam'ani menjelaskan bahwa metode pembangunan yang dilakukan secara bertahap ini diambil demi menyesuaikan dengan kemampuan keuangaan daerah yang terbatas.
Hingga saat ini, proses pembukaan jalan baru di medan berbukit tersebut telah berhasil mencapai panjang sekitar 500 meter.
Pemkab Kudus berkomitmen untuk terus mengawal jalannya proyek ini dengan mengupayakan penganggaran yang konsisten pada setiap tahun anggaran.
"Baru sekitar 500 meter (sudah dibangun). Kita cicil karena keterbatasan anggaran. Semoga tahun 2030 selesai dan tembus. Kita usahakan setiap tahun ada kelanjutannya," tegas Sam'ani.
Pembukaan akses jalan baru ini diharapkan tidak sekadar menghubungkan wilayah Kecamatan Gebog dan Kecamatan Dawe secara geografis.
Jalur tembus ini diproyeksikan mampu memperlancar mobilitas harian warga, memperpendek waktu tempuh antarwilayah, sekaligus membuka keran peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat melalui integrasi destinasi wisata di lereng Gunung Muria.