SHABDA
Cari berita…
Event

Peringati Tahun Baru Muharram, Warga Widorokandang Gelar Kirab Budaya Keliling Desa

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Peringati Tahun Baru Muharram, Warga Widorokandang Gelar Kirab Budaya Keliling Desa
Kepala desa turut mengikuti kirab budaya (Foto: Shabda.id)

Rangkaian kegiatan dimulai dari doa bersama pada malam 1 Muharram, Kirab budaya dan ditutup dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk

Pati, Shabda.id- Masyarakat Desa Widorokandang, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati menggelar rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan berbagai kegiatan budaya dan keagamaan.

Salah satu agenda yang paling menyita perhatian adalah kirab budaya yang digelar pada Jum'at 26 Juni 2026.

Kirab budaya diawali dari Gedung Kesenian dan Kebudayaan Desa Widorokandang dengan mengarak empat gunungan berisi hasil bumi, buah-buahan, sayuran, serta aneka jajanan.

Arak-arakan tersebut diiringi penampilan seni tradisional, para penari, perangkat desa, serta diikuti ratusan warga yang antusias memadati sepanjang rute kirab.

Kepala Desa Widorokandang, Sunarti, mengatakan kegiatan tersebut merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki sekaligus bentuk pelestarian tradisi yang rutin digelar setiap Tahun Baru Islam.

"Setiap tahun kami mengadakan syukuran sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Harapannya masyarakat Desa Widorokandang selalu diberikan keberkahan dan rezeki yang melimpah. Tahun ini kami mengisinya dengan kirab budaya, pentas seni, pengajian, dan kegiatan lainnya," ujarnya.

Sunarti menjelaskan, rute kirab dimulai dari Gedung Kesenian dan Kebudayaan Desa Widorokandang menuju arah barat melewati RT 05, kemudian menuju RT 03, melintasi SD setempat, sebelum kembali ke titik awal.

"Ada empat gunungan yang kami arak, didampingi sekitar sepuluh armada pengeras suara sehingga suasana kirab semakin meriah," jelasnya.

Selain kirab budaya, rangkaian peringatan Tahun Baru Islam di Desa Widorokandang telah diawali dengan malam tirakatan pada Kamis 25 Juni 2026.

Kegiatan tersebut akan ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk pada Sabtu 27 Juni 2026 malam.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Widorokandang berharap tradisi budaya yang diwariskan para leluhur tetap lestari sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait