Pati, Shabda.id - Palang Merah Remaja (PMR) SMPN 3 Pati menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Dukuh Tambakkapas, Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Sabtu 19 September 2026.
Sebanyak empat tangki air bersih didistribusikan kepada masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah kondisi kekurangan air.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari bakti sosial PMR SMPN 3 Pati yang berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati. Kegiatan juga digelar dalam rangka memperingati Hari PMI yang jatuh pada 17 September.
Pembina ekstrakurikuler PMR SMPN 3 Pati, Ana Rakhmawati, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan salah satu agenda PMR yang berkaitan dengan kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan.
Menurutnya, kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Pati mendorong PMR SMPN 3 Pati untuk turut membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Program PMR SMPN 3 Pati ada kaitannya UKS, kesehatan air bersih dan lain sebagainya. Mengingat daerah kita terjadi bencana kekeringan lumayan banyak, ada empat titik di Kabupaten Pati, yakni Kecamatan Winong, Jakenan, Jaken, Pucakwangi, maka kita ambil tindakan di daerah yang cukup banyak kekeringan salah satunya Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan,” ujar Ana.
Penyaluran air bersih dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Dari empat tangki yang didistribusikan, dua tangki berasal dari PMI Kabupaten Pati, sedangkan dua tangki lainnya diperoleh dari luar PMI.
Ana menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari penggalangan dana yang dilakukan para anggota PMR SMPN 3 Pati.
Baca Juga:
“Kegiatan berlangsung pukul 08.00 WIB, ada dua tangki dari PMI dan dua tangki lainnya diambil dari luar, jadi total ada empat tangki. Bantuan air bersih ini digalang dari anak-anak sendiri (PMR), menggalang dana dikumpulkan untuk dialokasikan ke kegiatan tersebut,” ungkapnya.
Sebanyak 15 siswa PMR SMPN 3 Pati bersama relawan PMI Kabupaten Pati turut terjun langsung dalam kegiatan tersebut. Mereka membantu proses penyaluran air kepada warga yang membutuhkan.
Ana mengatakan kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami pentingnya kepedulian sosial dan membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
“Harapan kami melatih anak bersosialisasi dengan masyarakat karena selaku PMR berkaitan dengan relawan. Relawan harus melakukan apa saja yang bisa bermanfaat di lingkungan. Kebetulan dengan baksos ini menyadarkan anak berbagi ke orang lain,” terangnya.
Selain kepedulian sosial, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjaga sumber daya alam, khususnya ketersediaan air.
“Memberi pengertian pentingnya sumber daya alam kita rawat, kita jaga. Melihat antusias warga yang kekurangan air sangat bermanfaat bagi pembelajaran anak-anak. Mereka jadi tahu betapa pentingnya sumber daya alam yang kita punya,” sambungnya.
Ana menambahkan, kegiatan sosial PMR SMPN 3 Pati akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Saat musim kemarau, kegiatan difokuskan pada bantuan bagi wilayah yang mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih. Sementara ketika musim penghujan dan terjadi bencana banjir, PMR akan diarahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak.