SHABDA
Cari berita…
Daerah

Polemik Makam di Tengah Permukiman Gribig Kudus, Mediasi Masih Buntu

TIA
TIA
Polemik Makam di Tengah Permukiman Gribig Kudus, Mediasi Masih Buntu
Mediasi yang digelar Pemdes Gribig terkait keberadaan makam di tengah permukiman penduduk di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus pada Senin (6/7/2026). (Foto: Shabda.id)

Pemdes Gribig gelar mediasi terkait polemik keberadaan makam di tengah perkumiman padat penduduk, namun mediasi maish buntu dan belum ada jalan keluar.

Kudus, Shabda.id -- Polemik tentang keberadaan makam baru di tengah permukiman padat penduduk di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus masih diupayakan untuk mendapat jalan keluar oleh Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

Melalui mediasi yang digelar di Balai Desa Gribig pada Senin (6/7/2026) kemarin, Pemdes Gribig mempertemukan warga yang keberatan dengan pihak keluarga almarhum.

Dengan didampingi perwakilan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kudus, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.

Namun dalam pertemuan perdana itu, belum membuahkan kesepakatan tertulis oleh semua pihak.

Diketahui, polemik ini mencuat setelah seorang warga bernama Musdiyono (50) meninggal dunia dan dimakamkan di lahan milik pribadi yang berada tepat di samping musala pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Lokasinya yang berada di tengah kawasan padat penduduk, memicu reaksi keras dari tetangga sekitar.

Warga menyayangkan proses pemakaman yang dinilai mendadak tanpa adanya sosialisasi ataupun izin dari lingkungan.

Selain masalah prosedur dan tata ruang yang dinilai tidak layak untuk area pemakaman, warga mengeluhkan dampak psikologis bagi keluarga mereka.

Seorang warga setempat, Rochmat Hady Santoso (33) menyebut ada lebih dari 15 warga dari sekitar 100 KK yang menyatakan keberatan secara terbuka dengan keberadaan makam di tengah perkumiman tersebut.

Keberadaan makam tepat di depan rumah dinilai mengganggu kenyamanan dan memicu rasa takut.

Warga lain, Ajeng Anis Setianingsih (22), bahkan mengungkapkan bahwa dua anaknya yang masih balita sempat mengalami sakit (sawanan) selama dua hari karena merasa takut dan menganggap suasana rumah berubah menjadi angker semenjak adanya makam tersebut.

Perangkat Desa Gribig, M. Kamal, membenarkan bahwa mediasi pertama masih menemui jalan buntu karena warga tetap bersikeras menolak keberadaan makam di lingkungan padat aktivitas tersebut.

Kamal menjelaskan, berdasarkan informasi yang dihimpun, pemakaman di lahan pribadi itu dilakukan demi menunaikan wasiat terakhir almarhum.

Kendati demikian, pihak Pemdes mengingatkan bahwa pelaksanaan wasiat tetap harus mempertimbangkan ketertiban umum.

"Kalau wasiat justru menimbulkan persoalan di masyarakat tentu tidak baik. Karena itu perlu dicari solusi bersama agar semua pihak bisa menerima," ujar Kamal.

Untuk mengantisipasi gesekan, Pemdes Gribig mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan menjaga kondusivitas.

Pertemuan lanjutan akan segera dijadwalkan dengan melibatkan instansi vertikal terkait, tokoh agama, serta ahli di bidang hukum, tata ruang, dan pemanfaatan lahan.

Di sisi lain, perwakilan keluarga almarhum, Za'i, menyampaikan permohonan maaf kepada warga sekitar atas kegaduhan yang terjadi.

Ia menegaskan bahwa pihak keluarga sama sekali tidak berniat memicu konflik, melainkan murni ingin menjalankan amanah almarhum yang juga merupakan pendiri musala di lokasi tersebut.

Sebagai bentuk solusi jangka pendek dan iktikad baik, keluarga berencana untuk membangun pagar pembatas di sekeliling makam.

"Kalau memang mengganggu warga, kami akan usahakan dipagar (agar tidak terlihat langsung). Yang penting tidak ada pihak yang dirugikan. Kami juga meminta maaf kepada warga," tutur Za'i.

Meski belum ada titik temu, kedua belah pihak menyatakan komitmennya untuk menghormati proses hukum dan siap menghadiri mediasi lanjutan yang akan difasilitasi oleh pemerintah desa.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
TIA

Penulis

TIA

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait