SHABDA
Cari berita…
Event

Rupacara Kemerdekaan, Cara Seniman Tayu Pati Hidupkan Kembali Ruang Ekspresi Seni

Arif Saifudin
Arif Saifudin
Rupacara Kemerdekaan, Cara Seniman Tayu Pati Hidupkan Kembali Ruang Ekspresi Seni
Para seniman lintas generasi menunjukkan kreativitasnya melalui kegiatan melukis langsung di tempat (Foto: Shabda.id)

Pameran seni rupa dikolaborasikan dengan pameran bonsai karya pembonsai lokal serta berbagai pertunjukan budaya

Pati, Shabda.id- Para seniman dari wilayah Pati Utara atau eks Kawedanan Tayu memiliki cara tersendiri dalam merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Mereka menghidupkan kembali ruang ekspresi seni melalui gelaran “Rupacara Kemerdekaan” di Pendapa Tayu.

Puluhan karya seni dipamerkan dalam kegiatan yang berlangsung sejak Kamis 06 Agustus hingga Sabtu 08 Agustus malam. Beragam lukisan dan karya seni lainnya menghiasi kawasan Pendapa Tayu.

Tak hanya lukisan, halaman pendapa juga dipenuhi tanaman bonsai karya pembonsai lokal. Di sudut lain, para seniman lintas generasi menunjukkan kreativitasnya melalui kegiatan melukis langsung di tempat.

Suasana semakin meriah dengan adanya panggung pertunjukan musik dan pembacaan puisi yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Gelaran tersebut merupakan inisiatif seniman Pati Utara yang tergabung dalam Branglor. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali ruang berkesenian yang sempat vakum selama sekitar 10 tahun sejak pertama kali digelar pada 2016.

Penasihat Panitia Rupacara Kemerdekaan, Soemaryo Hadi, mengatakan kegiatan tahun ini kembali digelar dengan melibatkan para perupa dari wilayah Pati Utara.

“Tahun ini kita kembali menyelenggarakan pameran dengan merekrut perupa Pati Utara. Platform-nya dinamakan Branglor karena merupakan wadah komunitas perupa pesisir Utara Pati,” ujar Soemaryo.

Rupacara Kemerdekaan tidak hanya menjadi ruang pamer lukisan. Kegiatan yang dibuka oleh Camat Tayu Imam Rifa'i tersebut mengusung konsep lintas disiplin seni.

Pameran seni rupa dikolaborasikan dengan pameran bonsai karya pembonsai lokal serta berbagai pertunjukan budaya. Sebanyak 40 perupa lintas generasi dilibatkan secara langsung dalam kegiatan tersebut tanpa melalui proses seleksi yang ketat.

Salah satu seniman yang berpartisipasi, Putut Pasopati, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu menyebarkan geliat kesenian hingga ke daerah-daerah dan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.

Menurutnya, kegiatan semacam ini juga penting untuk mendorong regenerasi seniman, khususnya dengan memberikan ruang bagi generasi muda dan Gen Z untuk mengenal serta terlibat dalam seni rupa.

“Paling enggak itu menumbuhkan kesenian di daerah-daerah agar lebih dinamis, tidak terpusat di satu lokasi tapi menyebar ke titik-titik daerah di Pati,” jelas Putut.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Pati, Sadikin. Ia menilai ruang ekspresi seperti Rupacara Kemerdekaan perlu terus dikembangkan agar kehidupan seni di Kabupaten Pati semakin tumbuh.

Sadikin menyatakan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan kegiatan yang memberikan ruang aktualisasi bagi para seniman.

“Insyaallah bila kita bersinergi bersama-sama antara jajaran legislatif, masyarakat, dan seniman bisa guyub rukun, akan selalu ada perkembangan dan manfaat nyata bagi kita semua para pencinta seni,” tandasnya.

Melalui Rupacara Kemerdekaan, para seniman Branglor tidak hanya merayakan kemerdekaan melalui seremoni, tetapi juga menjadikannya momentum untuk menghidupkan kembali ruang berkesenian sekaligus membuka jalan bagi regenerasi seniman di wilayah Pati Utara.

Bagikan ke Teman Anda

Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram
Arif Saifudin

Penulis

Arif Saifudin

"Berdedikasi untuk menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi seluruh pembaca SHABDA."

Komentar Pembaca

Tulis Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Artikel Terkait